Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gawat! Tanda-tandanya Terlihat, di Situasi Inilah Senjata Nuklir Rusia bakal Digunakan

Gawat! Tanda-tandanya Terlihat, di Situasi Inilah Senjata Nuklir Rusia bakal Digunakan Kredit Foto: Reuters/Russian Foreign Ministry
Warta Ekonomi, Moskow -

Senjata nuklir yang dimiliki Rusia tegas akan digunakan dalam situasi yang darurat. Itu karena, Moskow tidak tertarik terlibat dalam konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat dan NATO.

“Doktrin militer Rusia mengizinkan respons nuklir hanya sebagai respons terhadap ancaman senjata pemusnah massal atau ketika keberadaan negara terancam,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Ivan Nechaev dalam pengarahan pers, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga: FBI Geledah Rumah Donald Trump untuk Cari Dokumen Senjata Nuklir

Dengan demikian, kata Nechaev menambahkan, Rusia tidak akan menggunakan senjata nuklir jika tak menghadapi ancaman serangan senjata pemusnah massal.

“Penggunaan senjata nuklir hanya dimungkinkan sebagai bagian dari respons terhadap serangan untuk membela diri dan hanya dalam keadaan darurat,” ujarnya.

Pada Selasa (16/8/2022) lalu, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan, negaranya tidak memerlukan pengerahan senjata nuklir dalam menjalankan operasi militer di Ukraina.

Dia menegaskan, spekulasi atau rumor yang menyebut Moskow akan menggunakan senjata semacam itu di Ukraina merupakan kebohongan mutlak.

Konflik Rusia-Ukraina sudah berlangsung sejak 24 Februari lalu. Hingga kini, kedua negara masih belum menunjukkan tanda-tanda akan terlibat dalam negosiasi damai atau gencatan senjata.

Bulan lalu Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, tak logis bagi negaranya untuk mengadakan pembicaraan damai dengan Ukraina dalam situasi seperti sekarang. Menurut dia, Kiev belum menunjukkan iktikad untuk melakukan pembicaraan.

“Tidak masuk akal dalam situasi saat ini,” kata Lavrov saat ditanya jurnalis dari media pemerintah Rusia tentang pembicaraan damai dengan Ukraina pada 20 Juli lalu.

Lavrov mengungkapkan, kontak antara Rusia dan Ukraina sebagian besar telah terhenti sejak pertengahan April lalu. Menurut dia, sedari putaran pertama pembicaraan dengan Ukraina, Kiev tidak memiliki keinginan untuk membahas apa pun secara sungguh-sungguh.

“Mereka tidak akan pernah bisa mengartikulasikan apa pun yang pantas mendapat perhatian serius dari orang-orang yang serius. Kami sudah mengetahuinya,” ujar Lavrov.

Baca Juga: Begini Cara Bank Raya Bersaing di Era Bank Digital

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: