Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kinerja Penjualan Eceran di Surabaya Tumbuh Positif, Harga Barang Terancam Naik

Kinerja Penjualan Eceran di Surabaya Tumbuh Positif, Harga Barang Terancam Naik Kredit Foto: Antara/Rony Muharrman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia di Kota Surabaya mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh positif pada Juni 2022. Hal ini tercermin dari  Indeks Penjualan Riil (IPR) bulan Juni 2022 yang tercatat sebesar 406,2, tumbuh 12,6% (yoy). 

Deputi Kepala BI Jatim, Rizki Ernadi Wimanda, Jum'at (19/8/2022) mengatakan, pertumbuhan bersumber dari kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (38,3%, yoy); Makanan, Minuman, dan Tembakau (17,1%, yoy); dan Barang Budaya dan Rekreasi (11,9%, yoy). Secara bulanan, penjualan eceran Kota Surabaya tercatat mengalami kontraksi -10,6% (mtm). 

Penurunan tersebut khususnya terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang mengalami kontraksi sebesar -12,2% (mtm). Selain itu, kelompok perlengkapan Rumah Tangga Lainnya turut mengalami penurunan sebesar -9,5% (yoy). 

Kinerja penjualan eceran bulan Juli 2022 diprakirakan tumbuh meningkat, baik secara tahunan maupun bulanan. Hal ini tercermin dari prakiraan IPR Juli 2022 sebesar 407,7, atau tumbuh 15,4% (yoy). 

Peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan penjualan diantaranya pada kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tumbuh 145,2% (yoy), Suku Cadang dan Aksesori 92,6% (yoy), dan Barang Lainnya yang tumbuh 22,1% (yoy).

Secara bulanan kinerja penjualan eceran bulan Juli 2022 diprakirakan mengalami pertumbuhan sebesar 0,4% (mtm). Pertumbuhan terutama bersumber dari kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tumbuh 14,2% (mtm). Selain itu, kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tercatat mengalami peningkatan 3,1% (yoy). 

Dari sisi harga, responden memprakirakan akan terjadi peningkatan harga pada September 2022 (3 bulan mendatang), dengan intensitas tekanan inflasi yang meningkat.

Sementara pada Desember 2022 (6 bulan yang akan datang), intensitas tekanan inflasi diperkirakan menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) September 2022 sebesar 162.2, meningkat dari Agustus 2022 yang sebesar 146.7.

Indeks Ekspektasi Harga Umum Desember 2022 sebesar 135.6, lebih rendah dari November 2022 yang sebesar 136.7. 

Baca Juga: Negara Super Power Mini Bukan Sembarangan Mini, Andika Perkasa Beri Dukungan!

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Advertisement

Bagikan Artikel: