Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Mau Jualan Online? Simak Dulu nih Trik Berbisnis di Ruang Digital

Mau Jualan Online? Simak Dulu nih Trik Berbisnis di Ruang Digital Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dunia digital tidak ada batasan waktu atau tempat, sehingga memudahkan untuk mengakses informasi dan berkomunikasi. Peluang ekonomi juga semakin besar. Setiap orang bisa menjadi penjual online. Sekarang ini individu tidak perlu memiliki toko untuk berjualan.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Kemudian, lamanya masyarakat menggunakan internet mencapai lebih dari delapan jam. Korwil Mafindo, Anstin Mey menyebutkan, angka tersebut menunjukkan pasar luar biasa bagi penjual online, karena setiap individu menghabiskan banyak waktu berselancar di dunia digital.

“Karena kemudahan akses, kita yang tidak punya pondasi, pernah kursus apa, bisa menjadi penjual online. Di media digital semua orang pesaing,” kata Astin saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (26/8/2022). Baca Juga: Biar Bisnis Online Sukses, Ini Etika yang Harus Dimiliki Penjual Online

Banyaknya pesaing dalam berjualan online merupakan risiko setiap individu. Karena itu, netizen perlu menguasai trik agar tidak kalah bersaing dengan kompetitor, apalagi yang sudah lebih dulu berbisnis online.

Secara teori, Astin melanjutkan, penjual harus lebih dulu menyiapkan mental bersaing. Kemudian, amati pesaing dan konsumen yang menjadi target pasar. Sehingga produk yang dijual harus berbeda untuk menarik konsumen.

Penjual juga dapat tampil berbeda dengan mengutamakan edukasi untuk membangun kepercayaan pelanggan. Sebagai orang baru, langkah penyesuaian harga perlu dilakukan. Butuh keberanian dengan memberikan diskon. Sehingga konsumen tahu dan mau masuk ke toko.

“Terpenting kita harus menjadi beda dari pesaing. Inovasi dan berani dengan risiko, misalnya dengan memanfaatkan flash sale,” kata Astin.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Korwil Mafindo, Astin Mey. Kemudian Dosen dan Praktisi IoT & Artificial Intellegence, Yudhis Thiro Kabul Yunior,S.T.,M.Kom, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL) dan Presenter, Indy Barends.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: Pembangunan KEK Kura-Kura Bali Diharapkan Dapat Mendukung Quality Tourism di Bali

Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement

Bagikan Artikel: