Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nah Lo! Gak Imbangnya Perang di Ukraina Terbaca Inggris: Para Tentara Rusia Telah Kehilangan...

Nah Lo! Gak Imbangnya Perang di Ukraina Terbaca Inggris: Para Tentara Rusia Telah Kehilangan... Kredit Foto: Reuters/Alexander Ermochenko
Warta Ekonomi, London -

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan bahwa para tentara Rusia menderita "masalah moral dan disiplin" selain kelelahan tempur dan korban yang tinggi. 

Sementara itu, intelijen Inggris dalam pernyataan terbarunya mengungkap keluhan utama dari pasukan Rusia masih seputar gaji, termasuk kemungkinan besar bahwa "bonus tempur yang cukup besar" tidak dibayarkan.

Baca Juga: Inggris: Pusat Komando Militer Putin di Ukraina Disambar Serangan Jarak Jauh

“Di militer Rusia, pendapatan pasukan terdiri dari gaji inti sederhana, ditambah dengan berbagai bonus dan tunjangan yang kompleks" kata pembaruan intelijen tersebut.

"Setidaknya beberapa 'korupsi langsung' di antara para komandan kemungkinan terlibat serta 'birokrasi militer yang tidak efisien'," tambahnya, seperti dikutip laman Evening Standard.

“Militer Rusia secara konsisten gagal memberikan hak dasar kepada pasukan yang dikerahkan di Ukraina, termasuk seragam yang sesuai, senjata dan jatah, serta gaji. Ini hampir pasti berkontribusi pada semangat rapuh yang terus berlanjut dari sebagian besar kekuatan,” lapor intelijen.

Sementara itu di Ukraina mungkin masalahnya adalah terkait bonus. Birokrasi yang berbelit salah satunya telah menyebabkan pembayaran itu macet.

“Di Ukraina, kemungkinan besar ada masalah signifikan dengan bonus tempur yang cukup besar tidak dibayarkan. Ini mungkin karena birokrasi militer yang tidak efisien, status hukum yang tidak biasa dari 'operasi militer khusus', dan setidaknya beberapa korupsi langsung di antara para komandan," kata intelijen Inggris.

Baca Juga: Richard Ungkap Sambo Sempat Menangis Saat Ceritakan Kejadian di Magelang: Memang Harus Dikasih Mati Anak Itu

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: