Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Hanya Luhut, JK Juga Pernah Bilang Orang Luar Jawa Butuh Ratusan Tahun untuk Jadi Presiden

Tak Hanya Luhut, JK Juga Pernah Bilang Orang Luar Jawa Butuh Ratusan Tahun untuk Jadi Presiden Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan soal sulitnya tokoh dari luar Jawa terpilih sebagai Presiden RI juga pernah dibahas Jusuf Kalla.

Pernyataan Wakil Presiden ke 10 dan 12 itu soal sulitnya orang luar Jawa jadi presiden diungkapkan saat memberi kuliah umum kepada Peserta PPRA LVII dan PPRA LVIII Tahun 2018 Lemhanas RI di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (25/6/2018) lalu.

JK sempat berkelakar soal dirinya yang ikut 3 kali pilpres dan kalah saat maju sebagai capres. JK menduga, butuh sekitar 100 tahun sejak merdeka, Indonesia baru akan punya presiden dari luar Jawa.

Baca Juga: Pengamat Sentil PKB yang Bela Luhut soal Orang Luar Jawa Susah Jadi Presiden: Kok Manut Pada Politik Rasis

"Di Amerika butuh 170 tahun untuk orang Katolik jadi presiden di Amerika, butuh 240 tahun untuk orang hitam jadi presiden di Amerika, jadi mungkin butuh 100 tahun dari kemerdekaan orang luar Jawa jadi presiden (Indonesia)," kata JK saat itu.

Menurut JK, alasan utamanya karena orang-orang lebih cenderung memilih karena ada faktor kesamaan. Di mana sekitar 60 persen penduduk Indonesia berasal dari Pulau Jawa.

"Normal saja alasannya, orang memilih (karena) kesamaannya, karena penduduk di Jawa ini 60 persen. Sekiranya ada republik di indo timur, mungkin saya jadi presiden. Kesamaannya orang berpikir, di mana pun, di Amerika pun begitu," tutur JK.

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Fajar.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Fajar.co.id.

Editor: Fajria Anindya Utami

Advertisement

Bagikan Artikel: