Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Bawa SBY, Pernyataan Loyalis AHY Dinilai Bukan Cuma Fitnah Jokowi, Tokoh Muhammadiyah: Saya Kira...

Bawa SBY, Pernyataan Loyalis AHY Dinilai Bukan Cuma Fitnah Jokowi, Tokoh Muhammadiyah: Saya Kira... Kredit Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto memberikan pernyataan tegas terkait dengan situasi politik yang semakin memanas menjelang Pilpres 2024.

Dirinya meminta kepada semua peserta politik untuk menahan diri dan tak menyebar informasi yang menyesatkan.

Baca Juga: Buka Isu Penjegalan AHY, Pernyataan SBY Malah Jadi Bumerang: Dia Jadi Kelihatan Lemah...

"Saya meminta untuk siapa pun yang mau bertarung merebut hati rakyat pada Pemilu 2024 untuk mengutamakan nilai-nilai demokrasi yang baik. Jangan hanya produksi hoaks, tebar fitnah, playing victims,” ucapnya dalam keterangan resmi, Senin (26/9/2022).

Pria yang akrab disapa Cak Nanto ini meminta agar seluruh peserta Pemilu 2024 dapat mengutamakan silaturahmi.

"Mengajari rakyat cara-cara politik yang baik, tidak mengedepankan kebencian dan fitnah-fitnah," katanya.

Soal video Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief, bagi Cak Nanto, isinya memfitnah Presiden Jokowi terkait tuduhan mengatur kandidat Pilpres 2024 dan ancaman kepada partai koalisi untuk mendukung Ketua DPR Puan Maharani sebagai kandidat capres.

"Andi Arief bukan saja memfitnah secara keji Presiden, fitnahan juga dialamatkan kepada seluruh partai koalisi. Ini saya kira cara Andi Arief sangat buruk dan merusak nilai demokrasi," tuturnya.

Oleh karena itu, Cak Nanto meminta kepada Andi Arief, Demokrat, dan SBY untuk mengutamakan nilai-nilai demokrasi yang baik menjelang Pemilu 2024.

Baca Juga: Kritik Jokowi, Demokrat Salah Strategi, AHY Harus Putar Otak Lagi!

"Saya banyak mencatat Presiden Jokowi selalu jadi sasaran fitnah dan terbukti bahwa semua hanya isapan jempol. Tapi, memang kali ini sangat keji karena berasal dari elite partai dan membawa-bawa nama Presiden sebelumnya," jelasnya.

Baca Juga: UMP Jateng Rp1,9 Juta, Ganjar Pranowo Disentil: Buruh dan Rakyat Jateng Aja Tak Sejahtera, Gimana Mau jadi Presiden!

Baca Juga: Asal Muasal Presidential Threshold 20 Persen Gegara Kemenangan SBY di Pilpres 2004, Ini Nih Biang Keroknya

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: