Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kisah Orang Terkaya: Jiang Rensheng, Mantan Guru SD yang Jadi Dokter Miliarder Pembuat Vaksin

Kisah Orang Terkaya: Jiang Rensheng, Mantan Guru SD yang Jadi Dokter Miliarder Pembuat Vaksin Kredit Foto: Twitter/Forbes
Warta Ekonomi, Jakarta -

Salah satu orang terkaya di dunia, Jiang Rensheng adalah pengusaha di bidang vaksin China. Jiang mengepalai Chongqing Zhifei Biological Products Co., produsen vaksin yang telah meningkat sebesar 80% berkat pengujian klinis vaksin Covid-19.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, keuntungan tersebut telah meningkatkan kekayaan Jiang menjadi USD19,4 miliar (Rp294 triliun) pada tahun 2020, sehingga menempatkannya bergabung dengan klub elit 10 orang terkaya di China. Namun, berdasarkan data Forbes hari ini, kekayaannya mencapai USD11,5 miliar (Rp174 triliun).

Jiang memulai karir sebagai guru sekolah dasar, dan kemudian menjadi penjabat kesehatan pemerintah sebelum memulai perusahaannya sendiri. Perusahaannya, Zhifei, terdaftar di Shenzen sejak tahun 2010.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Chen Bang, Miliarder China yang Dulang Cuan dari Rumah Sakit Khusus Mata

Jiang lahir pada tahun 1953 dan menghabiskan masa kecilnya di sebuah desa terpencil di wilayah pegunungan Guangxi. Ia menyelesaikan sekolah menengah selama Revolusi Kebudayaan. Kemudian, ia menghabiskan tujuh tahun berikutnya mengajar di sekolah dasar dan bekerja di ladang sampai gaokao (ujian masuk perguruan tinggi) yang dipulihkan pada tahun 1977. Di usia 27 tahun, Jiang lulus dari Guilin Medical School (sekarang Universitas Kedokteran Guilin), kemudian ia ditempatkan di Stasiun Kesehatan dan Pencegahan Epidemi Kabupaten Guanyang.

Jiang dipromosikan dengan cepat sebelum ditempatkan di Nanning pada awal tahun 1990-an. Pada usia 46 tahun, barulah ia memutuskan untuk mencoba peruntungannya di sektor swasta.

Saat itu, ia pindah ke Chengdu di provinsi Sichuan dan menjadi manajer penjualan di sebuah perusahaan vaksin. Pada tahun 2002, ia mengambil alih pengembang vaksin di Chongqing dan mengubah namanya menjadi Zhifei Biological Producst. Fokusnya adalah distribusi vaksin sehingga membantunya menghasilkan kekayaan pertamanya karena Zhifei menjadi satu-satunya agen vaksin yang melawan meningitis C, penyakit yang menyebar di China pada tahun 2005.

Pada tahun 2017, Jiang membawa Zhifei memenangkan kontrak dari raksasa farmasi AS Merck untuk memperkenalkan vaksin human papillomavirus (HPV), perisai yang dicari terhadap kanker serviks.

Sejak itu, Zhifei semakin bertumbuh pesat dengan pendapatan mencapai USD1,5 miliar (Rp22,7 triliun) pada tahun 2019. 

Baca Juga: Pendapatan Asuransi Jiwa Capai Rp 164,55 Triliun, Turun 4% di Kuartal III 2022

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Advertisement

Bagikan Artikel: