Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wow, Ternyata Minyak Sawit Sudah Digunakan Sejak Lima Abad Lalu!

Wow, Ternyata Minyak Sawit Sudah Digunakan Sejak Lima Abad Lalu! Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kelapa sawit merupakan berkah bagi bangsa Indonesia. Permintaan dunia dan nasional akan minyak nabati terus meningkat untuk produk pangan, non pangan maupun energi. Minyak sawit mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan minyak nabati lain, baik dari aspek keragaman produk yang dapat dihasilkan, aspek nutrisi, kesehatan, produktivitas, efisiensi maupun harga sehingga minyak sawit sangat kompetitif untuk memenuhi permintaan tersebut. 

Dalam buku “Fakta Kelapa Sawit Indonesia” yang diterbitkan oleh Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) tahun 2010 lalu, mencatat fakta-fakta tentang kelapa sawit yang didasarkan hasil riset akademisi nasional hingga internasional. 

Baca Juga: Naik Lagi, Harga Tandan Buah Segar Petani Sawit Menjadi Rp2.532 per Kilogram

1. Kelapa sawit di Indonesia merupakan tanaman palma yang berasal dari Afrika Barat, mulai dari kawasan Angola hingga Liberia (Mangga Barani, 2009).

2. Dalam catatan Arkeologi, terdapat bukti bahwa minyak sawit sudah digunakan di Abydos, Mesir pada 5000 tahun lalu (Friedel, 1897).

3. Empat bibit sawit dari Bourbon (Mauritius) yang ditanam di Kebun Raya Bogor pada 1848, merupakan induk dari semua kelapa sawit komersial yang berada di Indonesia dan Malaysia (Pamin, 1998).

4. Kelapa sawit mulai ditanam pada skala komersial di Sungai Liput (Aceh) dan Pulau Radja (Asahan, Sumatera Utara) pada 1911. Pantai Timur Sumatera terutama Deli dijadikan sentra produksi kelapa sawit oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada zaman penjajahan Jepang karena kebutuhan makanan maka 16 persen lahan kelapa sawit dikonversi menjadi lahan pangan (Badrun, 2010). 

Baca Juga: Waduh! Proyeksi Ekspor Sawit Indonesia Tahun Ini Diperkirakan Lebih Rendah, Jadi Berapa?

5. Pengembangan perkebunan rakyat mulai dilakukan pada masa pemerintahan Orde Baru di akhir 1970-an menggunakan dana pinjaman Bank Dunia. Namun upaya percepatan pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat dimulai awal 1980-an melalui seri proyek PIR (Perkebunan Inti Rakyat) (Pusat Data InfoSAWIT, 2010). 

Baca Juga: Gandeng Pemkab Bogor, Bank Bjb Perluas Layanan Perbankan Bagi Pemerintah Daerah

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: