Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

'Prabowo Dibujuk Luhut Masuk Kabinet dengan Tugas Tambahan Menanam Singkong'

'Prabowo Dibujuk Luhut Masuk Kabinet dengan Tugas Tambahan Menanam Singkong' Kredit Foto: Instagram/jokowi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jurnalis senior Asyari Usman menyoroti puja-puji setinggi langit yang dilontarkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Presiden Jokowi. Dia menilai mungkin bagi orang lain akan menyebutnya sikap ini “jilatan”.

"Biarkan saja orang lain berkata begitu. Kita di sini cukup menyebutkan puja-puji. Banyak orang yang meradang, kesal, merasa muak, dlsb gara-gara pernyataan Prabowo itu. Sebagian bereaksi keras. Sebagian lagi hanya menertawakan. Sedangkan sebagian lainnya muntah-muntah," kata Asyari dalam keterangannya.

Ia menilai sebetulnya sikap Prabowo itu tidak ada salah. Penyataan Mantan Danjen Kopassus itu benar seratus persen. Faktual dan konkret. Seperti itulah adanya.

"Lihat saja. Kalau ilmu Jokowi tidak di atas ilmu Prabowo, mana mungkin Prabowo “dikerjain” di Pilpres 2019? Iya, kan? Kalau Jokowi tidak lebih tinggi ilmunya, mana mungkin Prabowo mau masuk ke kabinet yang dipimpin oleh orang yang semula dia sebut segala macam itu?," terangnya.

"Kalau ilmu Jokowi tidak di atas ilmu Prabowo, mana mungkin Prabowo menyediakan diri untuk menyebut Jokowi sebagai presiden terbaik yang pernah dimiliki Indonesia? Atau, mana mungkin Prabowo mau mejadi jurubicara Jokowi dan memuja-muji Jokowi sungguh-sungguh memperjuangkan rakyat?," jelasnya.

"Jadi, benarlah bahwa ilmu Jokowi berada di atas ilmu Menhan itu. Karena keunggulan ilmu Jokowi itu pulalah Prabowo bersedia dibujuk oleh Luhut Panjaitan untuk masuk ke kabinet dengan tugas tambahan menanam singkong," sebutnya.

Baca Juga: BRI Siap Eksekusi Saham Rights Issue Bank Raya

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: