Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ketar-Ketir Resesi Dunia, Nilai Tukar Rupiah Berdarah-Darah di Rp15.200 per Dolar AS

Ketar-Ketir Resesi Dunia, Nilai Tukar Rupiah Berdarah-Darah di Rp15.200 per Dolar AS Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah anjlok parah dan menyentuh level Rp15.200 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 29 September 2022. Melansir RTI, rupiah hari ini terkoreksi -1,08% ke level Rp15.239 per dolar AS pada Kamis sore.

Ketar-ketir resesi membuat rupiah tidak hanya tumbang terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap mata uang global. Kini rupiah melemah terhadap dolar Australia (-0,02%), poundsterling (-0,12%), dan euro (-0,29%). 

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Lo Kheng Hong Blusukan ke Tambang!

Rupiah bahkan anjlok menjadi mata uang terlemah di Asia. Dengan kata lain, rupiah keok melawan won (-1,24%), yuan (-1,15%), dolar Hong Kong (-0,99%), baht (-0,79%), ringgit (-0,61%), yen (-0,56%), dan dolar Singapura (-0,36%). 

Untuk diketahui, sinyal resesi dunia telah diungkapkan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Ia menyebut, pada tahun 2023 inflasi masih tinggi akibat melonjaknya harga pangan dan energi di sejumlah negara. Hal itu menyebabkan bank sentral negara maju menaikkan suku bunga dan mengetatkan likuiditasnya. Bendahara negara tersebut lantas memprediksi bahwa seluruh dunia akan mengalami resesi.

"Kalau bank sentral di seluruh dunia meningkatkan suku bunga cukup ekstrem dan bersama-sama, dunia akan mengalami resesi di 2023," kata Sri Mulyani saat Konferensi Pers APBN KiTa Edisi September 2022 pada Senin, 26 September 2022 lalu.

Baca Juga: Heboh Soal Tambang Ilegal Galian C, Ganjar Pranowo: yang Punya Bisnis Galian C Ngacung! yang Terima Setoran Ngacung! Kita Jujur-jujuran...

Penulis: Lestari Ningsih
Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: