Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kemungkinan Besar Kalau Prabowo Jadi Capresnya PDIP, SMRC Buka-bukaan: Prabowo Punya Efek Penguatan

Kemungkinan Besar Kalau Prabowo Jadi Capresnya PDIP, SMRC Buka-bukaan: Prabowo Punya Efek Penguatan Kredit Foto: Twitter/Prabowo Subianto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hasil survei SMRC membongkar apa yang akan terjadi jika Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi calon presiden dari jalur diusung oleh PDIP.

Dalam studi ini, pertama-tama yang diuji adalah variabel kontrol (T0), yakni pilihan pada PDIP. Ada 28 persen yang menyatakan akan memilih PDIP, yang menyatakan tidak akan memilih 43 persen, dan tidak tahu 29 persen.

Baca Juga: Puan Maharani Kurang Menjual untuk Pilpres 2024: Ganjar, Prabowo dan Anies Bisa Jadi Pilihan

Lalu, survei itu pun mengandaikan PDIP mengusung Prabowo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024. Pertanyaanya ialah bila PDIP mencalonkan Prabowo untuk menjadi presiden apakah Ibu/Bapak akan memilih PDIP atau calon anggota DPR dari PDIP bila pemilihan umum dilakukan sekarang.

Hasilnya, ada 36 persen yang menyatakan akan memilih PDIP jika partai tersebut mencalonkan Prabowo sebagai presiden. Lalu, ada 40 persen menyatakan tidak dan 24 persen menjawab tidak tahu.

"Prabowo memiliki efek penguatan suara PDIP sekitar 8,4 persen," ujarnya.

Saiful mengatakan survei ini dilakukan secara tatap muka pada 5-13 Agustus 2022.

Baca Juga: Soal Isu Maju sebagai Cawapres Dampingi Prabowo Subianto, Projo: Jokowi Nggak Akan Ambil

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. 

Response rate sebesar 1053 atau 86 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar +/- 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling). Dalam studi eksperimental untuk menguji efek calon presiden terhadap PDIP, responden dibagi secara acak ke dalam 5 kelompok (kontrol, treatment 1, treatment 2, treatment 3, dan treatment 4) dan setiap kelompok diberi satu pertanyaan yang berbeda dari kelompok yang lain.

Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Diperpanjang, OJK Desak Perbankan Perkuat Mitigasi Risiko

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab GenPI.

Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: