Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Wanti-wanti Para Peramal Ekonomi, Sri Mulyani: Saya Titip Hati-hati

Wanti-wanti Para Peramal Ekonomi, Sri Mulyani: Saya Titip Hati-hati Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada para mahasiswa di acara Indonesia Economic Outlook 2023 untuk lebih berhati-hati saat membuat peramalan ekonomi.

"Tiga tahun ini adalah fenomena extremely luar biasa, jadi Anda semuanya kalau membuat forecast saya titip hati-hati," kata Sri Mulyani saat menutup acara Indonesia Economic Outlook 2023 dengan tema "Reshaping the Paradigm: Strengthening Indonesia’s Leadership in Global Economic Initiatives", dipantau secara daring, Senin (3/10/2022).

Baca Juga: Resesi Mengancam, Jokowi Ingatkan Sri Mulyani Hati-Hati Mengelola APBN

Sri Mulyani mewanti-wanti para penerus ahli ekonomi tersebut didasarkan oleh alasan, dalam meramalkan perekonomian banyak sekali yang menggabungkan satu poin dengan poin lainnya diekstrapolasi.

"Saya titip hati-hati. Apalagi kalau Anda hobi bikin forecast-nya 1 poin dengan 1 poin diekstrapolasi. Karena, sebelum pandemi ini barangkali tumbuh, terjadi pandemi (menjadi) jelek (atau) jatuh, and then recover. Pertanyaan saya, recover-nya itu jauh lebih cepat, sama, atau lebih landai. Anda sudah mendapatkan buktinya atau belum?" ujar Sri Mulyani.

Sebagai informasi, ekstrapolasi adalah proses memperkirakan nilai suatu variabel melampaui interval pengamatan aslinya berdasarkan hubungannya dengan variabel lainnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani meramal ancaman perekonomian dunia setelah pandemi Covid-19, ialah krisis iklim (climate change). Ia menyampaikan bahwa climate change merupakan the global threat yang sangat serius.

Baca Juga: Omongan Sri Mulyani Soal Resesi Bikin Merinding, Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Rontok Berkeping-Keping!

"Kalau kita sekarang punya taste, how does it look kalau negara dan dunia dihadapkan pada shock yang besar seperti pandemi, at least you have the initial taste of the global shock. Maka climate change is gonna be another shock," ujarnya.

Sri Mulyani menekankan krisis iklim akan diikuti oleh krisis pangan, energi, dan inflasi yang tinggi sehingga kondisi tersebut akan memberikan konsekuensi terhadap seluruh negara di dunia. Jika krisis tersebut menekan pertumbuhan ekonomi, tidak menutup kemungkinan bahwa penurunannya akan lebih panjang dari pandemi covid-19.

Baca Juga: BSI Berangkatkan Umrah 120 Guru, Relawan dan Tenaga Medis

Penulis: Martyasari Rizky
Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: