Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kencang Isu KPK Kerjakan Kasus Pesanan Elite Politik, Pengamat Minta Dewas Turun Tangan: Jangan Sampai Jadi 'Tukang Pukul' Penguasa!

Kencang Isu KPK Kerjakan Kasus Pesanan Elite Politik, Pengamat Minta Dewas Turun Tangan: Jangan Sampai Jadi 'Tukang Pukul' Penguasa! Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat Menyoroti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dalam beberapa waktu terakhir ini jadi sorotan publik. Bagaimana tidak, laporan Tempo menyebut ada upaya penjegalan dari elite KPK terhadap Anies Baswedan terkait pencapresannya lewat dugaan kasus Formula E.

Achmad pun menilai KPK akan terus disibukkan untuk mengurus kasus-kasus terkait personil partai atau aktor-aktor politik.

Selain Anies, Achmad menyoroti kasus korupsi dana Otsus yang dilakukan oleh Lukas Enembe, Anies Baswedan terkait Formula E, terakhir adalah Chandra Tirta Wijaya dari partai Ummat yang diduga terlibat kasus dugaan suap pengadaan armada pesawat Airbus pada PT GI (Garuda Indonesia) Tbk 2010-2015. Menurut Achmad, kasus-kasus tersebut kental dengan nuansa politik dan diduga sedang mengerjakan “pesanan” pihak tertentu.

Baca Juga: Judi Online Makin Meresahkan, Achmad Nur Hidayat Singgung 'Pembiaran' oleh Aparat Penegak Hukum

“Semua kasus tersebut sarat dengan muatan politik. Hal ini memberikan kesan bahwa KPK sedang mengerjakan pesanan pihak-pihak tertentu. Seandainya terbukti tidak bersalah pun secara politik orang-orang yang ditargetkan telah kehilangan fokus untuk menjalankan kiprah politiknya,” ujar Achmad dalam keterangan resmi yan diterima redaksi wartaekonomi.co.id, Rabu (5/10/22)..

Dewan Pengawas Turun Tangan

Baca Juga: PAN Jateng Dukung Pencapresan Ganjar Pranowo, Pengamat: Bisa Dapat Tiket Capres KIB

Baca Juga: Pendukungnya Sebut Anies Kerap Diserang Isu Hoaks, Waketum Partai Garuda Sentil: Jika Tidak Mampu Menari, Jangan Salahkan Lantainya

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: