Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ulah PSI Main Deklarasi Capres Malah Bikin Sulit Posisi Ganjar Pranowo, Analisis Refly Harun Nggak Main-main: Megawati Pasti Tidak Mau…

Ulah PSI Main Deklarasi Capres Malah Bikin Sulit Posisi Ganjar Pranowo, Analisis Refly Harun Nggak Main-main: Megawati Pasti Tidak Mau… Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bersamaan dengan NasDem yang resmi mengumumkan deklarasi dukungan ke Anies Baswedan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga melakukan deklarasi dukungan ke Ganjar Pranowo.

Meski demikian, deklarasi oleh PSI ini disoroti sejumlah pihak karena dianggap tidak etis mengingat Ganjar masih kader PDIP, dan PDIP sendiri mengaku tidak ada komunikasi mengenai hal ini.

Mengenai deklarasi PSI untuk Ganjar ini, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun ikut angkat suara. Refly menyinggung Deklarasi NasDem yang ia nilai jauh lebih siap dan ‘berdampak’ langsung pada sosok yang didukung karena sudah punya kursi di legislatif.

“NasDem jauh lebih percaya diri dibanding PSI, kenapa? Karena NasDem punya bekal 59 kursi di parlemen sementara PSI 0. Jadi orang bolak-balik dicalonkan PSI pun nggak ada pengaruhnya,” jelas Refly melalui kanal Youtubenya, dikutip Rabu (5/10/22).

Baca Juga: Oposisi Jokowi Nggak Usah Terlalu Berharap ke Mas Anies Baswedan, Analisis Refly Harun Nggak Main-main: Dia Nggak Bisa…

Lanjut Refly, masa atau basis pendukung PSI pun masih belum jelas. Refly juga menganggap selama ini PSI “menjual” nama Jokowi sehingga antara suara pendukung Jokowi dan memang yang murni pendukung PSI belum bisa terlihat.

Soal etik dan tata krama pun menurut Refly adalah sesuatu yang penting yang harusnya diperhatikan oleh PSI. Selain Ganjar merupakan kader PDIP, hubungan antara Ganjar dan elite PDIP dianggap saat ini kurang baik soal pencapresan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Curhat di PHP-in Penambang Liar: Kita Ajari Tata Cara Menambang yang Baik, Hilang...

Penulis: Bayu Muhardianto
Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: