Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Iran Janji Investigasi Kematian Pelajar Wanita di Tengah Aksi Protes Tewasnya Mahsa Amini

Iran Janji Investigasi Kematian Pelajar Wanita di Tengah Aksi Protes Tewasnya Mahsa Amini Kredit Foto: Reuters/WANA/Majid Asgaripour
Warta Ekonomi, Teheran -

Jaksa Iran telah membuka penyelidikan atas kematian seorang gadis remaja berusia 17 tahun selama hari-hari awal protes di Teheran.

"Sebuah kasus telah diajukan ke pengadilan pidana untuk menyelidiki penyebab kematian Nika Shakrami," kata jaksa penuntut umum Teheran Ali Salehi seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA, Selasa (4/10/2022) malam.

Baca Juga: Polisi Iran Masuk Kampus, Suasana Mencekam Sulit Dihindari Lagi karena...

Kematian Nika Shakrami telah menjadi fokus para aktivis karena keluarganya sempat menyebut dia hilang sebelum akhirnya dia dipastiman meninggal.

Para pejabat merespons kejadian itu dengan mengatakan kepada media pemerintah bahwa tidak ada luka tembak di tubuh remaja itu, kematiannya tidak terkait dengan protes dan dia jatuh dari atap.

"Perintah untuk menyelidiki kasus ini telah dikeluarkan," kata jaksa.

Kantor berita negara, Tasnim, mengatakan delapan orang telah ditangkap sehubungan dengan kematian Shakrami.

Pemberontakan rakyat terhadap penguasa Iran dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan, seorang Kurdi Iran berusia 22 tahun yang ditahan karena diduga melanggar undang-undang negara tentang pakaian, dan sebagian besar dipimpin oleh wanita.

Sebelumnya, universitas telah menjadi medan pertempuran selama berhari-hari.

Pada Rabu (5/10/2022) polisi anti huru hara dikerahkan di sekitar kampus di beberapa kota termasuk Teheran, Reuters melaporkan, mengutip saksi.

“Ada banyak pasukan keamanan di sekitar Universitas Teheran. Aku bahkan takut untuk meninggalkan kampus. Banyak mobil polisi menunggu di luar untuk menangkap mahasiswa,” kata seorang mahasiswa di ibu kota.

Minggu ini juga siswa sekolah menengah juga mengambil peran yang semakin menonjol.

Mereka telah menyerang simbol-simbol rezim yang berkuasa, termasuk potret ulama terkemuka, melepas jilbab mereka dan mendokumentasikan perjuangan mereka melawan pembatasan puluhan tahun dalam video dan foto.

Para siswi adalah bagian dari protes jalanan pada tahun 1979 terhadap aturan hijab wajib pemerintah Islam yang baru di bawah Ayatollah Ali Khamenei.

Pembangkangan telah menyebar dengan cepat, meskipun lebih dari 1.500 penangkapan dan tindakan keras pemerintah berdarah di mana puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka.

Baca Juga: Duh! Jika Ganjar Pranowo Keluar dari PDIP, Pengamat Blak-blakan Soal Konsekuensi yang Bakal Diterima

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: