Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dihujat Habis-habisan, Para Jenderal Militer Putin Diminta Mundur Pejabat Rusia, Nadanya Keras!

Dihujat Habis-habisan, Para Jenderal Militer Putin Diminta Mundur Pejabat Rusia, Nadanya Keras! Kredit Foto: Reuters/Sputnik/Kremlin/Mikhail Klimentyev
Warta Ekonomi, Moskow -

Pernyataan seorang pejabat Kremlin berhasil menyita perhatian dunia. Pasalnya, pejabat ini dengan terang-terangan menyatakan bahwa invasi Rusia di Ukraina telah gagal.

Pejabat itu pun mencemooh para jenderal Moskow karena kegagalan tersebut, hingga menyarankan menteri pertahanan Rusia untuk menembak dirinya sendiri. 

Baca Juga: Wow! Putin Langsung Kasih Kabar Baik buat 4 Wilayah Baru, Ukraina Dulu Gak Bisa?

Pejabat itu diidentifikasi sebagai Kirill Stremousov, kepala wilayah Kherson di Ukraina, yang dianeksasi Rusia.

Dalam pesan video empat menitnya, Stremousov meluapkan amarahnya, mengolok-olok para jenderal dan menteri di Moskow karena tak becus dalam memahami masalah di garis depan.

"Banyak memang yang mengatakan bahwa jika mereka adalah menteri pertahanan, dan membiarkan saja keadaan seperti itu, sebagai petugas, mereka bisa menembak diri mereka sendiri. Tapi Anda tahu, kata 'petugas' adalah kata yang tidak bisa dipahami oleh banyak orang," kata Stremousov.

Kritik publik dan penghinaan secara terbuka seperti itu, yang ditujukan untuk pejuang top Kremlin sangat jarang terjadi di zaman Rusia modern.

Penguasa Kremlin Vladimir Putin memulai invasinya pada 24 Febuari lalu. Namun, selama tujuh bulan perang di Ukraina, tujuan paling dasar Putin beum tercapai.

Pasukannya justru telah menderita serangkaian kekalahan dalam beberapa bulan terakhir, memaksanya untuk mengumumkan mobilisasi parsial.

Penarikan pasukan Rusia dari sebuah kota strategis di Ukraina timur beberapa waktu lalu, juga telah mendorong dua sekutu kuat Putin untuk secara terbuka mencemooh para pemimpin perang.

Salah satu sekutu dekat Putin adalah Menteri Pertahanan Sergey Shoigu, yang diangkat pada tahun 2012. Kedua pria ini dikenal sangat dekat, hingga secara teratur berlibur bersama di hutan dan pegunungan Tuva, tempat asal Shoigu berasal.

Kementerian pertahanan masih menolak berkomentar. 

Stremousov, sementara itu, membubuhi kritiknya dengan kata-kata pujian untuk para prajurit yang berjuang sampai mati. Ia pun membandingkan kepahlawanan mereka dengan 'pemimpin militer yang tidak kompeten' di Moskow.

"Kementerian pertahanan tidak hanya terdiri dari menteri, jenderal, penjarah korup dan berbagai sampah lainnya, tetapi semua pahlawan yang memberikan hidup mereka untuk membela Rusia," kata Stremousov, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Sebaliknya, Stremousov telah memuji pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, yang juga secara terbuka memarahi para petinggi Rusia. 

"Saya setuju dengan Ramzan Akhmatovich Kadyrov yang mengangkat masalah ini. Kerja bagus," tambahnya.

Komentar Stremousov muncul dua hari setelah peta kementerian pertahanan Rusia menunjukkan kemunduran cepat di wilayah Kherson, Laut Hitam selatan Ukraina. Para tentara Kremlin itu berhasil didepak mundur dalam serangan balasan dari pasukan Ukraina.

Selama beberapa minggu, pasukan Kyiv perlahan-lahan merebut kembali wilayah di Kherson. Dan kemajuan mereka berjalan dengan lebih cepat dalam beberapa hari terakhir.

Memiliki populasi satu juta jiwa sebelum perang, Kherson adalah daerah pertanian utama dan merupakan pintu gerbang ke Semenanjung Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014.

Kota utama di kawasan itu termasuk yang pertama jatuh ke tangan Rusia setelah mereka melancarkan invasi pada Februari. 

Baca Juga: Waduh! Berniat Usulkan Ganjar, Politikus PDIP Ini Minta PAN Berhati-hati

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Akurat.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: