Rumah sakit diminta lebih memprioritaskan penggunaan ventilator lokal sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah mengembangkan hilirisasi alat kesehatan (alkes) nasional.
Tujuannya agar mewujudkan kemandirian nasional dalam bidang kesehatan sekaligus mendorong substitusi impor. “Kita patut berbangga, Indonesia telah mampu memproduksi ventilator high-end yang tidak kalah dengan produk luar. Kita harus berkolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai aspek masyarakat untuk mulai membeli dan menyerap produk alat kesehatan dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Taufiek Bawazier, di Jakarta, kemarin.
Hadirnya ventilator dalam negeri, menurut Taufiek, akan meningkatkan daya saing industri alkes nasional sehingga mampu bersaing dengan produk global. Misalnya, produk hasil konsorsium PT Swayasa Prakarsa, PT YPTI, dan PT Stechoq yang menghasilkan high-end ICU Ventilator dan Emergency Ventilator, kemudian Ventilator Transport hasil inovasi Universitas Indonesia, Emergency Ventilator dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan portable emergency ventilator dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Baca Juga: Kejar Target Dua Juta Unit, 35 Pabrikan Masuki Pasar Motor Listrik
Untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri, Kemenperin berupaya memasukkan produk alkes melalui katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP). Pembelian produk dalam negeri ini akan meningkatkan industri dan perekonomian nasional.
“Pengembangan industri ini akan berkorelasi dengan kemakmuran nasional dan sejalan dengan pengembangan ekosistem pendidikan dan teknologi,” ujar Taufiek
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar
Tag Terkait: