Kredit Foto: Pertamina
Mantan Menteri Pertambangan dan Energi Soebroto menilai bahwa industri Hulu Minyak dan Gas (Migas) bukan sunset industri dan masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Untuk itu, pemegang kepentingan daerah atau Kepala Daerah harus mendukung industri migas guna mewujudkan target 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030.
Menurutnya, pekerja dan masyarakat yang mendukung industri hulu migas sebagai pejuang migas.
Baca Juga: Power Wheeling Jadi Batu Hambatan Pengesahan RUU EBT, Pengamat Respons Begini
"Industri ini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan, industri migas bukanlah sunset industri, tapi sunrise industri," ujar Soebroto dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (28/10/2022).
Soebroto juga mengajak SKK Migas, KKKS dan stakeholder migas dan masyarakat, untuk tetap bersemangat menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman menegaskan bahwa semua perlu bersatu dalam semangat kebangsaan dan langkah bersama untuk menjalankan kegiatan industri hulu migas ke depan cukup menantang.
Perlu semangat dan kerja keras untuk menemukan sumber tambahan produksi migas dan cadangan migas yang baru melalui kegiatan eksplorasi dan pengeboran pengembangan yang masif di seluruh WK migas di Indonesia khususnya di Sumbagut, untuk mencapai visi hulu migas 2030.
“Mari terus kita bergandengan tangan dan sinergi antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan Industri hulu migas di Wilayah Sumbagut untuk mencapai target nasional yang tentunya akan berdampak ke daerah,” ujar Fatar Yani.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Djati Waluyo
Editor: Rosmayanti
Tag Terkait:
Advertisement