Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Duduk Perkara Langkah Putar Balik Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

Duduk Perkara Langkah Putar Balik Iran Tutup Kembali Selat Hormuz Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Iran kembali mengambil langkah drastis dengan menutup dan memberlakukan pembatasan ketat di jalur pelayaran vital Selat Hormuz.

Langkah putar balik ini diambil sebagai respons tegas atas penolakan Amerika Serikat (AS) untuk mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di tengah jendela waktu yang sangat singkat saat jalur tersebut sempat dibuka, ketegangan langsung meletus. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa kapal-kapal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menembaki sebuah kapal tanker yang mencoba melintasi selat tersebut pada Sabtu (18/4).

The Guardian melaporkan penuturan seorang kapten kapal, mereka didekati dan ditembaki oleh "dua kapal perang IRGC" sekitar 20 mil laut di timur laut Oman tanpa adanya peringatan radio sebelumnya.

Beruntung, kapal beserta seluruh awak dilaporkan selamat, dan otoritas terkait tengah menyelidiki insiden tersebut. Di saat yang bersamaan, Reuters juga melaporkan bahwa sebuah kapal pengangkut minyak mentah berbendera India turut diserang di perairan tersebut.

Komando militer gabungan Khatam al-Anbiya Iran menyatakan bahwa Teheran telah mengembalikan Selat Hormuz ke "status sebelumnya" dan perairan tersebut kini berada "di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata".

Pemerintah Iran menegaskan bahwa pembatasan ini tidak akan dicabut sampai Washington "memastikan kebebasan navigasi secara penuh bagi kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju Iran".

Pernyataan senada juga disuarakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh. Di sela-sela forum diplomatik di Antalya, Turki, ia menegaskan bahwa AS "tidak bisa memaksakan kehendak mereka untuk mengepung Iran, sementara Iran dengan iktikad baik tengah berusaha memfasilitasi jalur aman melalui Selat Hormuz".

Melalui platform X, komando angkatan laut IRGC juga mengeluarkan peringatan keras: "Selama pergerakan kapal dari dan ke Iran berada di bawah ancaman, status Selat Hormuz akan tetap seperti sebelumnya. Setiap pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat akan menerima balasan yang setimpal."

Sebagai informasi, Iran secara resmi menutup selat tersebut pada 4 Maret lalu sebagai balasan atas serangan udara gabungan AS-Israel. Teheran kemudian sempat mengumumkan pembukaan kembali jalur itu pada Jumat lalu, menyusul kesepakatan gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon yang menjadi bagian dari upaya negosiasi damai regional.

Namun, keputusan putar balik Iran ini terjadi hanya sehari setelah Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa blokade laut Washington akan "tetap berlaku penuh" hingga kesepakatan damai permanen dengan Teheran tercapai.

Trump juga mengindikasikan bahwa gencatan senjata sementara dengan Iran yang dimediasi Pakistan dan dijadwalkan berakhir pada Rabu mendatang kemungkinan tidak akan diperpanjang.

Meski demikian, upaya diplomasi masih terus berjalan, delegasi AS dan Iran diperkirakan akan menggelar putaran kedua perundingan damai, walau jadwal pastinya belum dikonfirmasi.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menyatakan harapannya agar kesepakatan dapat dicapai "dalam beberapa hari ke depan", mengingat seluruh dunia ikut menderita akibat konflik ini. 

Pada Sabtu malam, negosiator utama sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengonfirmasi adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan AS, meski ia mengakui bahwa masih ada "jarak yang besar" di antara kedua belah pihak.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement