Maybank Tebar Dividen Rp580 Miliar, Pemegang Saham Putuskan Angkat Presiden Komisaris Baru
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 memutuskan mengangkat Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris baru. Dalam rapat yang sama, perseroan juga menyetujui pembagian dividen tunai maksimal Rp580,08 miliar dari laba bersih tahun buku 2025.
Pengangkatan tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur kepemimpinan untuk memperkuat strategi pertumbuhan berkelanjutan perseroan.
Selain menunjuk Presiden Komisaris baru, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Dato’ Sri Khairussaleh Ramlidan Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai Komisaris, serta Mariana Husin sebagai Direktur.
Pada saat yang sama, RUPST menyetujui pengakhiran masa jabatan Edwin Gerungan sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur. Perseroan juga mengangkat kembali Hendar sebagai Komisaris Independen serta Effendisebagai Direktur.
Perseroan menjelaskan, pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid, Dr. Hasnita Dato’ Hashim, dan Mariana Husin berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Dari sisi kinerja, RUPST juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1,657 triliun. Sebanyak 35% atau maksimal Rp580,08 miliar dialokasikan sebagai dividen tunai, setara Rp7,61106 per saham.
Sementara sisa laba sebesar Rp1,077 triliun atau 65% ditetapkan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal dan mendukung ekspansi usaha ke depan.
Baca Juga: Industri Masih Berat, Maybank Tunda Ambisi Naik Kelas ke KBMI 4
Baca Juga: Bos Maybank Jadi Presiden Komisaris WOM Finance
Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Steffano Ridwan mengatakan perubahan kepemimpinan merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi perseroan sebagai mitra keuangan regional.
Menurut dia, Indonesia tetap menjadi salah satu home market utama bagi Maybank Group.
"Maybank akan terus mengoptimalkan jaringan regional dan kapabilitas global yang dipadukan dengan pemahaman pasar lokal guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan nasional," ucapnya, dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (18/4/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement