Tanggapan Paus Leo XIV Ditafsirkan Sedang Berdebat dengan Trump: Sama Sekali Tidak Menarik Bagi Saya
Kredit Foto: Istimewa
Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, menyesalkan bahwa rangkaian lawatan ke Benua Afrika justru diwarnai polemik dan perang pernyataan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Hal tersebut disampaikannya saat tiba di Angola, Sabtu, yang menjadi negara perhentian ketiga dalam tur Afrika.
Dilaporkan oleh AFP, setibanya di ibu kota Luanda, Paus yang terbang dari Kamerun usai memimpin misa akbar, disambut antusias warga. Ia diarak menggunakan Popemobile menuju agenda pertemuan resmi dengan Presiden Angola, Joao Lourenco.
Dalam perjalanan menuju Angola, Paus menyampaikan kepada jurnalis bahwa ia menyayangkan narasi yang berkembang di media. Sejumlah pernyataannya selama kunjungan disebut-sebut sebagai respons terhadap kritik dari Trump.
Paus menegaskan tidak memiliki ketertarikan untuk terlibat dalam perdebatan dengan pemimpin AS tersebut. Ia merujuk pada pidatonya di Kamerun mengenai 'para tiran' yang menjarah dunia.
Menurutnya, pidato tersebut telah disiapkan jauh sebelum Trump melontarkan komentar terhadap dirinya dan pesan perdamaian yang ia bawa.
“Namun, pidato itu justru dianggap seolah-olah saya mencoba memulai perdebatan baru dengan presiden, sesuatu yang sama sekali tidak menarik bagi saya,” ujar Paus Leo.
Pidato tersebut sebelumnya disampaikan saat kunjungan ke Bamenda, wilayah barat laut Kamerun yang menjadi pusat konflik separatis bersenjata. Namun, sejumlah media terutama di AS menafsirkan pernyataan itu sebagai sindiran tidak langsung kepada Trump.
Paus menegaskan bahwa tafsir tersebut tidak tepat. “Telah berkembang narasi yang tidak akurat dalam banyak hal,” katanya.
Ketegangan antara kedua tokoh bermula dari pernyataan Trump pada 12 April lalu. Saat itu, ia menyebut dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.
Trump juga menuding Paus sedang “bermain-main” dengan Iran, negara yang disebutnya berupaya mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik dan membayangi misi perdamaian Paus selama lawatan di Afrika.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement