Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jokowi Minta Revisi UU IKN, Pasukan Mas AHY Tegas Menolak: Pemerintah Tidak Profesional!

Jokowi Minta Revisi UU IKN, Pasukan Mas AHY Tegas Menolak: Pemerintah Tidak Profesional! Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perkembangan Proyek Besar era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Ibu Kota Negara (IKN) baru kembali jadi sorotan.

Hal ini karena Pemerintahan Jokowi mengusulkan untuk dilakukan revisi UU IKN. Hal ini pun menimbulkan berbagai respons dari masyakarat.

Achmad, anggota Baleg DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat saat rapat kerja bersama Menkumham, Rabu (23/11/22), mengeaskan bahwa Demokrat menolak usulan revisi tersebut.

UU IKN ini menurut Achmad belum genap setahun usianya dan belum juga diimplementasikan secara komprehensif namun sudah minta direvisi.

Baca Juga: Pesona Anies Baswedan Bikin Kandidat Lain Ketar-ketir! Sudah Ada Enam Partai yang Jadi 'Pendukung!', Refly Harun: NasDem, PKS, Demokrat…

“Ini menandakan pemerintah terlalu terburu-buru, tidak profesional, dan tidak matang dalam menyiapkan UU IKN ini. Sungguh suatu preseden yang sangat tidak baik,” ujarnya sebagaimana dalam keterangan resmi yang diterima redaksi wartaekonomi.co.id, Jumat (25/11/22).

Lanjut Achmad, UU IKN ini adalah sesuatu yang sangat penting karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Baca Juga: Rocky Gerung di Hadapan Jusuf Kalla (JK) Nggak Cuma Ngomongin Anies Baswedan, Keluar Ide Tempatkan Luhut dan Habib Rizieq dalam Satu Dewan!

Pemerintah dinilai “main-main” karena tidak serius dalam menyusun dan mempersiapkan UU ini.

“Padahal UU ini kan suatu bentuk aturan yang sangat penting dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Seharusnya pemerintah mempersiapkannya dengan serius dan matang. Bukan terburu-buru. Bahkan, belum sempat dijalankan tuntas, sudah mengajukan revisi,” jelasnya.

Baca Juga: Mengerikan! UMP DKI Jakarta 2023 Dibawah Angka Inflasi, Ekonom Beberkan Era Heru Budi yang Disebut Bakal Tunduk Oligarki

Editor: Bayu Muhardianto

Advertisement

Bagikan Artikel: