Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

ICMI Curiga Ada Kampanye Sistematis Promosikan LGBT di Indonesia dari Pihak Asing

ICMI Curiga Ada Kampanye Sistematis Promosikan LGBT di Indonesia dari Pihak Asing Kredit Foto: EPA/Wolfgang Kumm
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menolak kampanye Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transeksual (LGBT) di Indonesia.

Ketua Umum ICMI, Arif Satria, kembali menegaskan hal ini dan menyampaikan bahwa perilaku LGBT merupakan penyakit sosial.

"Perilaku LGBT ini dapat mengancam keutuhan keluarga dan membahayakan masa depan bangsa Indonesia di masa mendatang," ujar Arif di Jakarta pada kegiatan Konvensi Keuangan Syariah ICMI, Jumat (2/12/2022).

Kehadiran utusan khusus Pemerintah Amerika Serikat untuk memajukan Hak Azazi Manusia kelompok LGBT Jessica Stern ke Indonesia memperlihatkan ada negara-negara tertentu yang terus mengupayakan kampanye LGBT di Indonesia.

Kampanye itu, tanpa melihat ukuran standar moralitas, etik, agama, dan nilai-nilai yang dianut masyarakat lokal.

"Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila dan semua agama di Indonesia tidak menerima LGBT karena bertentangan dengan hak asasi manusia dan melanggar Hak manusia lainnya," jelas Arif.

Upaya kampanye Hak-hak LGBT yang dilakukan di Indonesia merupakan satu kesalahan. Karena masyarakat Indonesia menolak perilaku LGBT yang menyimpang dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang ada dalam falsafah hidup bangsa Indonesia, Pancasila.

"Kampanye hak-hak LGBT mempromosikan perilaku seks menyimpang yang tidak dapat diterima hukum positif Indonesia," tegasnya.

Baca Juga: Sekda Provinsi Bali Buka Turnamen Tenis Lapangan Bapor KORPRI Bali Tahun 2023

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Republika.

Editor: Ferry Hidayat

Bagikan Artikel: