Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan dana maksimal Rp100 miliar. Anggaran tersebut berasal dari kas internal Perseroan.
"Biaya yang akan dikeluarkan Perseroan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham adalah biaya pembayaran fee atas perantara pedagang efek yang mana besarnya adalah maksimum 0.2017% dari setiap transaksi beli," kata manajemen.
Buyback akan dilaksanakan pada harga yang lebih rendah atau sama dengan harga transaksi sebelumnya. Periode pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung mulai 9 April 2026 hingga 9 April 2027.
Seluruh transaksi akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai perantara Anggota Bursa.
Baca Juga: OJK Ingatkan Aksi Buyback Jangan Sampai Tabrak Aturan Free Float 15%
Perseroan memperkirakan aksi korporasi ini tidak akan menggerus pendapatan. Dampaknya terhadap biaya pembiayaan juga dinilai sangat kecil. Manajemen optimistis, pembelian saham secara langsung di pasar dapat membantu menjaga kestabilan harga saham dan memberikan sentimen positif bagi investor.
"Harga saham yang stabil akan memberikan nilai positif dan kepercayaan bagi para pemegang saham dan menumbuhkan kepercayaan kepada para pihak yang berkontribusi kepada Perseroan, sehingga Perseroan dapat terus tumbuh dan berkembang dengan dukungan para konsumen, pemasok, kreditur, dan para pemangku kepentingan lainnya," ujar manajemen.
Dengan harga yang lebih stabil, Perseroan berharap saham ARNA bergerak menuju valuasi yang wajar dan mencerminkan proforma pencapaian kinerja yang telah dibukukan hingga saat ini.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: