Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dorong Jadi Pusat Pertumbuhan Baru, Erick Perkuat Ekosistem Industri Jabar

Dorong Jadi Pusat Pertumbuhan Baru, Erick Perkuat Ekosistem Industri Jabar Kredit Foto: Kementerian BUMN
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersilaturahmi dengan para sesepuh dan tokoh Sunda di kediaman HD Sutisno di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/12/2022). Dalam pertemuan tersebut, Erick menerima banyak masukan terkait upaya meningkatkan perekonomian di Jabar dari para sesepuh dan tokoh Sunda. 

"Dari penanganan gempa di Cianjur kita sama-sama berusaha dalam menyelesaikan persoalan lain di Jabar. Sebagai provinsi yang terdekat dengan Ibu Kota Jakarta, Jabar menjadi bagian penting dalam pembangunan di Indonesia," ujar Erick.

Dengan jumlah penduduk hingga 276 juta, Erick menilai perekonomian Indonesia tidak cukup hanya bertumpu pada Jakarta dan kota besar lain seperti Surabaya. Menurut Erick, Indonesia minimal memiliki 10 kota besar dalam meningkatkan perekonomian.

Baca Juga: Makin Menguat, Erick Thohir Figur Potensial Cawapres

"Tidak mungkin pembangunan hanya terfokus di Jakarta, Surabaya, makanya sekarang di Jawa Barat pun dilebarkan pembangunannya. Wilayah Indonesia ini kan 75 persen laut, 25 persen daratan, artinya keterbatasan lahan adalah hal yang harus diberikan solusi juga di banyak daerah, khususnya di Jawa Barat," ucap pria berdarah Majalengka tersebut.

Erick menyampaikan Indonesia akan menghadapi tantangan ekonomi ke depan akibat resesi. Untuk itu, ucap Erick, BUMN dan pemerintah tentu tidak bisa sendirian dan memerlukan dukungan dari banyak pihak, termasuk para tokoh di Jabar.

Dia menyampaikan persoalan lapangan kerja masih menjadi isu yang krusial di Jabar. Oleh karenanya, lanjut Erick, BUMN berkomitmen meningkatan ekosistem dengan mengintegrasikan Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dengan kawasan industri Subang.

"Isinya darimana? Kita pindahkan industri Pulogadung ke Jabar karena Pulogadung sudah tidak layak untuk lahan industri. Kerja sama ini yang harus kita bicarakan. Jangan sampai pembangunan Kertajati, Patimban, Kereta Cepat, lalu tidak ada pembagunan industri untuk pembukaan lapangan kerja," kata Erick.

Baca Juga: Dua Orang Loyalis Anies Harus Angkat Kaki dari Ancol di Era Heru Budi

Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: