Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Awas, Presiden Belarusia Kuak Strategi Militer Teranyar dengan Rusia

Awas, Presiden Belarusia Kuak Strategi Militer Teranyar dengan Rusia Kredit Foto: Reuters/Alexander Ermochenko
Warta Ekonomi, Minsk -

Tentara dari Rusia dan Belarusia sedang berlatih untuk berperang sebagai kekuatan yang bersatu, kata Presiden Alexander Lukashenko, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat atas konflik Ukraina.

Seperti dilansir RT, dia membuat komentarnya selama kunjungan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu ke Minsk pada hari Sabtu.

Baca Juga: Tensi Perbatasan Hampir Mendidih, Presiden Belarusia Kuak Situasi Sebenarnya

“Hari ini kami bersiap seperti satu kekuatan, satu tentara,” kata Lukashenko, menambahkan bahwa instruktur dari kedua negara sedang melatih pasukan satu sama lain.

“Semua orang tahu ini. Kami tidak menyembunyikan fakta ini. Yah, tidak mungkin menyembunyikan ini di dunia modern," imbuhnya.

Lukashenko bersikeras bahwa Minsk dan Moskow "tidak menginginkan dan tidak menginginkan perang", tetapi bekerja sama untuk dapat "mengusir agresi apa pun".

Menteri Pertahanan Shoigu, sementara itu, menyebut Belarusia sebagai "mitra yang dapat dipercaya" untuk Rusia selama pertemuan dengan timpalannya dari Belarusia Viktor Khrenin.

"Ini sangat penting saat ini ketika ada tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari kolektif Barat dan perang yang tidak diumumkan melawan negara kita," ujarnya.

Shoigu memuji Belarusia atas “tekad untuk melawan arah permusuhan AS dan sekutunya,” menambahkan bahwa unit dari kedua negara telah meningkatkan interoperabilitas militer.

Belarus mengumumkan pengerahan pasukan gabungan dengan Rusia di wilayahnya pada bulan Oktober, mengutip ketegangan dengan Barat.

Kementerian Pertahanan Belarusia mengatakan bulan itu bahwa jumlah total pasukan Rusia yang ditempatkan di negara itu akan menjadi sekitar 9.000.

Shoigu dan Khrenin menandatangani versi revisi perjanjian keamanan regional antara kedua pemerintah pada hari Sabtu.

Baca Juga: Said Didu Tegaskan Ada 10 Agenda yang Harus Dilakukan Anies Baswedan Jika Terpilih Jadi Presiden 2024

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: