Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anwar Ibrahim Mau Pemberian Hadiah-hadiah Disetop: Tidak Sesuai Etika

Anwar Ibrahim Mau Pemberian Hadiah-hadiah Disetop: Tidak Sesuai Etika Kredit Foto: Pejabat Perdana Menteri Malaysia
Warta Ekonomi, Kuala Lumpur -

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, secara terbuka meminta semua pihak untuk tidak lagi menghadiahinya dengan berbagai suvenir atau cendera mata karena menerima barang-barang pemberian tidak sesuai dengan etika seorang pemimpin.

Seperti diberitakan pada Rabu (7/12/2022), PM Malaysia yang dilantik bulan lalu itu meminta budaya memberikan suvenir dihentikan.

Baca Juga: Geger Bom Bunuh Diri di Indonesia, Pemerintahan Anwar Ibrahim Rilis Pengumuman Penting

“Saya ingin mengingatkan semua pihak agar tidak memberi sebarang cenderahati [cendera mata] kepada saya dan budaya ini mesti dihentikan,” cuitnya di Twitter.

Anwar Ibrahim mengaku dirinya memahami dan menghargai pihak-pihak yang ingin memberikan hadiah untuknya. Namun, menurutnya, hal itu bertentangan dengan etika.

“Saya hargai niat baik saudara saudari semua tetapi ini tidak bersesuaian dengan etika pengurusan dan pimpinan serta ia membebankan rakyat,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 24 November lalu, Istana Negara Malaysia mengumumkan Ketua Koalisi Pakatan Harapan (PH), Anwar Ibrahim, sebagai PM ke-10 Malaysia.

Penunjukkn itu dilakukan setelah Raja Malaysia melakukan pertimbangan terhadap pendapat para penguasa Melayu.

Di hari yang sama, Anwar Ibrahim dilantik sebagai pemimpin pemerintahan di Malaysia.

Baca Juga: Gandeng Bank dan Multifinance, Penyaluran Pendanaan Modal Rakyat Sentuh Rp 5,1 Triliun

Artikel ini merupakan kerja sama sindikasi konten antara Warta Ekonomi dengan Suara.com.

Editor: Muhammad Syahrianto

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: