Kredit Foto: Antara/Abriawan Abhe
Ray juga mengatakan bahwa proporsional tertutup merupakan sistem yang dikritik secara luas lantaran hanya akan melahirkan caleg atau politisi yang membebek.
“Mereka tidak peduli apa kata rakyat. Selama punya hubungan dengan ketua partai, jatah untuk dapat dapil dengan nomor urut atas potensial tetap didapat,” ujar Ray.
Oleh sebab itu, menurutnya, sistem pemilu proporsional tertutup seakan-akan meminta rakyat agar membeli kucing dalam karung.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Editor: Bayu Muhardianto