Pengamat Sebut Sistem Proprosional Tertutup Adalah Sinyal Kemunduran Demokrasi di Indonesia
Kredit Foto: Antara/Risky Andrianto
Selain itu, Arifki juga menilai sistem proporsional terbuka merupakan hal yang menyenangkan bagi rakyat Indonesia.
Baca Juga: Relawan Kasih Angin Segar ke Ganjar Pranowo Soal Pilpres 2024: Sebentar Lagi Megawati Akan...
“Memilih caleg secara langsung adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh masyarakat,” kata dia.
Arifki juga mengatakan posisi rakyat dalam ruang demokrasi di Indonesia semakin lemah jika nama-nama caleg ditentukan oleh parpol.
“Dengan sistem proporsional tertutup, legitimasi masyarakat terhadap pemimpin apa perwakilannya lagi-lagi diatur oleh parpol,” ujar Arifki.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Bayu Muhardianto
Tag Terkait:
Advertisement