Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tekan Impor, Pemerintah Didorong Maksimalkan Penyerapan Gabah Petani Lokal

Tekan Impor, Pemerintah Didorong Maksimalkan Penyerapan Gabah Petani Lokal Kredit Foto: Antara/Patrik Cahyo Lumintu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah diminta memaksimalkan penyerapan beras petani lokal, terutama saat masa panen pada Februari–Maret mendatang, sehingga dapat mengurangi impor komoditas pangan tersebut.

Langkah itu diharapkan dapat memenuhi stok cadangan beras pemerintah (CBP). Anggota Komisi IV DPR, Slamet menilai tata kelola beras nasional lemah sehingga mendorong importasi pangan.

“Saat musim panen raya bulan Februari hingga April, penyerapan Bulog yang mendapatkan penugasan pemerintah untuk mengisi CBP sangat rendah. Hanya 233.240 ton. Sedangkan produksi beras petani dari Februari–April 2022 12,82 juta ton. Artinya, produksi dalam negeri (seharusnya) cukup untuk pemenuhan CBP,” ungkap Slamet di Gedung DPR di Jakarta, kemarin.

Jika impor beras tetap dilaksanakan, ia khawatir kebijakan itu akan menyengsarakan petani lokal Indonesia. Karenanya, pemerintah melalui Perum Bulog perlu memaksimalkan penyerapan beras dari petani lokal untuk kebutuhan CBP dengan harga layak, khususnya pada panen raya.

Baca Juga: Blusukan ke Pasar, Jokowi Akui Harga Beras Masih Naik

Di sisi lain, ia menyayangkan sikap pemerintah yang belum maksimal mengendalikan harga beras yang masih melambung tinggi di Indonesia. “Mengenai kondisi harga beras yang tinggi, padahal sudah dilakukan impor beras, maka pemerintah harus berani mengaudit stok gudang di perusahaan beras untuk mencegah terjadinya penimbunan yang mempengaruhi harga beras nasional,” pungkas Slamet.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan (PIHP) per 6 Januari lalu, komoditas beras merangkak naik menjadi sekitar 12.700 per kilogram (kg) dari sebelumnya rata-rata senilai 12.650 rupiah per kg.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui harga beras masih mengalami kenaikan. Sementara itu kebutuhan pokok yang lain cenderung stabil.

“Hanya satu mungkin beras yang mungkin memang naik, tetapi saya (akan) melihat nanti di bulan Februari karena kita mulai panen (beras),” ucap Jokowi saat meninjau aktivitas perdagangan dan mengecek harga komoditas di Pasar Sentul, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Boyke P. Siregar
Editor: Boyke P. Siregar

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: