Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perkuat Ekonomi Lokal, BSI Resmikan Desa Binaan di NTB

Perkuat Ekonomi Lokal, BSI Resmikan Desa Binaan di NTB Kredit Foto: WE
Warta Ekonomi, Jakarta -

BSI Maslahat dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmikan Desa Binaan BSI di Desa Lantan dan Desa Muncan, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Dengan Desa Binaan Lantan Lombok Tengah ini, harapannya bisa memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan ekonomi di masyarakat Desa.

Hadir dalam acara ini, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri; Ketua Yayasan Pondok Pesantren NU Al Mansyuriah Ta'limussibyan, Baiq Mulianah; Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro; Kepala Desa Lantan, Erwandi; dan Ketua Kelompok Tani Rinjani Berseri Sirojuddin. Baca Juga: Dipatok Rp1.000 Per Saham, Rights Issue BSI Kelebihan Permintaan

RCEO BSI Regional VIII Surabaya, Kemas Erwan Husainy menyampaikan dengan program Desa BSI diharapkan hubungan strategis antara BSI dengan masyarakat Desa bisa semakin baik dan dekat, sehingga bisa lebih banyak manfaat yang disalurkan.

“Kami juga berharap BSI menjadi cerminan wajah perbankan Syariah di Indonesia yang modern, universal, dan memberikan kebaikan bagi segenap alam (Rahmatan Lil Alamin),” kata Kemas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/1/2023).

Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro berharap dengan adanya implementasi program Desa BSI di dua desa yaitu Desa Lantan dan Desa Muncan diharapkan bisa mengurangi penggunaan pestisida kimia sintetis dan pupuk kimia.

“Selain itu, diharapkan program ini juga bisa mendukung pengembangan pertanian padi ramah lingkungan dengan memfasilitasi petani dalam peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan dan studi banding,” kata Sukoriyanto.

Desa Lantan dan Desa Muncan dipilih menjadi lokasi yang mendapat bantuan program karena memiliki potensi pertanian padi yang masih dapat dikembangkan dengan model klaster.

Model klaster dalam program ini adalah bahwa konsep pengembangan sumberdaya pertanian padi di desa tersebut dilakukan dari Hulu sampai Hilir. Pada aspek Hulu BSI dan BSI Maslahat membantu penguatan sistem budidaya pertanian padi melalui bantuan sarana produksi seperti pupuk, benih unggul dan lainnya sehingga diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal.

Sedangkan pada aspek Hilir, BSI dan BSI Maslahat memfasilitasi pembangunan unit pengolahan beras atau RMU (rice milling unit) yang digunakan oleh kelompok tani untuk mengolah hasil panen. Hal tersebut dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan, artinya petani saat ini tidak lagi menjual gabah lagi keluar desa tetapi memproduksi beras.

Jumlah petani yang menjadi penerima manfaat program saat ini sebanyak 125 KK dengan luas lahan yang digarap sekitar 32 Ha. Baca Juga: Tingkatkan Akses Permodalan UMKM, BSI Ekspansi KUR Klaster

Konsep pengembangan pertanian padi yang dikembangkan di Desa Lantan dan Desa Muncan adalah sistem pertanian padi ramah lingkungan, artinya pada aspek budidaya BSI Maslahat menekankan pada penggunaan sarana produksi khususnya obat-obatan dan pupuk diarahkan pada yang bahan yang tidak merusak lingkungan atau organik yang bersumber dari bahan-bahan alami yang tersedia di desa ini.

Rice Milling Unit atau unit penggilingan beras Program Desa BSI di Desa Lantan baru beroperasi sekitar bulan November 2022. Kapasitas produksi sehari dapat mencapai 6 ton beras. Saat ini produksi beras rata-rata kurang lebih sekitar 30 ton per bulan yang dipasarkan ke konsumen sekitar wilayah Lombok dan Mataram.

Adapun program Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia) merupakan salah satu program yang  diinisiasi oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bekerjasama dengan BSI Maslahat. Program Desa BSI dilakukan dalam upaya penguatan sumberdaya ekonomi desa dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya para petani kecil.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement

Bagikan Artikel: