Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sisi Gelap Kasus Morowali: Jangan Sampai Jadi Bentuk Perbudakan Baru

Sisi Gelap Kasus Morowali: Jangan Sampai Jadi Bentuk Perbudakan Baru Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno turut buka suara soal kasus bentrok di PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI), Morowali Utara.

Menurutnya, kasus Morowali berpotensi menjadi bentuk perbudakan baru. Sebab, dari informasi yang ia dengar mengenai lingkungan kerja PT GNI, pekerja mendapatkan fasilitas yang terbilang kurang layak.

"Kondisi lingkungan kerjanya sangat memprihatinkan. Disampaikan juga oleh teman-teman di sini bahwa kondisi tempat tinggal tenaga kerja asingnya saja itu seperti rumah susun yang sudah sangat tua dan tidak layak dihuni. Apalagi pekerja lokal," kata dia diĀ Indonesia Lawyers Club, dikutip Rabu (25/1/2023).

Baca Juga: Kasus Morowali: TKI, TKA China, dan Bom Waktu

Dia khawatir bila kasus terus ditelisik, temuan investigasi akan menunjukkan berlangsungnya bentuk perbudakan baru.

"Saya pikir ini menjadi tugas dari Pak Wamen untuk melihat kontrak kerjanya seperti apa. Harus ada aspek keadilan, jangan sampai terjadi pelanggaran HAM di dalam kontrak kerjanya itu," tandas dia.

Untuk itu, ia berharap investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang, seperti kementerian hingga instansi kepolisian, dapat menghasilkan sesuatu yang bisa dievaluasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang serupa.

Baca Juga: Soal Sodetan Ciliwung, Ketua DPP PDIP: Jadi Pembelajaran Hati-hati Memilih Pemimpin

Penulis: Imamatul Silfia
Editor: Rosmayanti

Bagikan Artikel:

WE Academy

Aspek Hukum Perkreditan & Administrasi Kredit

Aspek Hukum Perkreditan & Administrasi Kredit

Lihat Semua