Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Warganet Penasaran tentang Tagar 'UrusanGue Asikin Indonesia', Ternyata Ini...

Warganet Penasaran tentang Tagar 'UrusanGue Asikin Indonesia', Ternyata Ini... Kredit Foto: UrusanGue Asikin Indonesia

Oleh karena itu, untuk mendapatkan kepercayaan dari gen z dan milenial, politikus perlu membangun kedekatan emosional dengan kelompok pemilih tersebut. Dirinya melihat gen z dan milenial tidak akan mempan dengan janji-janji politik kuno atau "serangan fajar".

"Kita bosen dengan deklarasi relawan atau tim sukses, narasi dan janji-janji surgawi, apalagi yang menimbulkan perpecahan. Sebab itu, tulisan di kaos ini menjadi ungkapan pribadi pemakainya, tentang profil Pak Prabowo yang sudah kita kenal memiliki banyak kelebihan dan bisa dipertanggungjawabkan, terbukti dan dipercaya,"  paparnya. 

Baca Juga: Mardani Ali Sera Dukung Langkah Surya Paloh Temui Prabowo Subianto Jelang Pilpres 2024: Biar Masyarakat Menilai…

Sementara itu, pengamat politik dan sosial Apep Agustiawan mengapreasi langkah Fauzan. Menurutnya, komunikasi dengan kaos dilakukan dengan cara yang cerdas dan cenderung inovatif.

Dalam penilaiannya, generasi milenial dan gen-z, memiliki kelebihan intensifikasi terhadap akses informasi berkat penguasaan teknologi (media sosial). Sehingga mereka dapat mengakses beragam isu secara luas dan cepat. Dilanjutkan Apep, dengan realitas tersebut sudah seharusnya partai politik harus berubah dengan narasi yang baru dan approach yang baru, demi merangkul gen z dan berbasis technologic driven

Maka partai politik harus mampu beradaptasi dan inovatif dengan alam berfikir gen z terkini, supaya menjadi daya tarik. Media sosial, dikatakannya lagi, juga menjadi opsi sarana untuk dimaksimalkan dalam menyampaikan pesan-pesan politik yang efektif. Dengan pemetaan target dan konten yang sesuai, apa yang disampikan bisa dicapai dengan baik.

Baca Juga: Sandiaga Tak Akan Dilepaskan, Prabowo Siap Melawan Anies Baswedan: Sudah Jelas, Saya Calon Presidennya!

"Dua manfaat sekaligus tercapai, penyebaran kaosnya dan politiknya. Pesan politik memang harus disampaikan dengan cara yang luwes, sesuai kebutuhan dan kedekatan yang pas. Bisa dikatakan betul-betul out off the box dalam menembus generasi milenial dan gen z yang dikenal tidak peduli politik," tuturnya.

"Metode kampanye tidak bisa lagi konvensional dan harus adaptif sehingga membuat narasi politik cenderung kaku dan tidak menarik bagi sebagian kalangan. Komunikasi itu kuncinya pesan dapat disampaikan dengan media yang tepat dan tersampaikan sesuai target. Perilaku gen z itukan konsumtif. Penggunaan narasi yang yang ringan, santai dan fun menjadi salah satu cara pendekatan yang lebih mudah untuk dicerna sehingga topik politik menjadi bahasan yang menarik untuk dibincangkan," pungkasnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ayu Almas

Bagikan Artikel: