Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Lindungi Kawasan Pesisir, Ini Yang Dilakukan IWIP

Lindungi Kawasan Pesisir, Ini Yang Dilakukan IWIP Kredit Foto: IWIP
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) terus berkomitmen mempertahankan keberlanjutan lingkungan di sekitar industri yang terlihat dengan adanya kolaborasi bersama komunitas Fau Yaune serta pemerintah daerah dalam kegiatan penanaman perdana 5000 bibit mangrove di Desa Kotalo, Weda Timur.

Selain penanaman mangrove, kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Barahima itu juga sekaligus penyerahan bantuan 150 paket sembako kepada masyarakat di Desa Mesa dan Desa Kotalo.

"Saya senang sekali IWIP sudah banyak membantu pemerintah dan berkolaborasi untuk membangun sesuatu yang baik," ucap Pj. Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (21/3/2023). 

Ikram menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan sebab mangrove berguna dalam mereduksi emisi karbon. Sebagai tumbuhan, lanjut Ikram, mangrove berperan penting sebagai buffering sedimentasi dari daratan yang dapat berdampak pada rusaknya lamun dan terumbu karang.

Baca Juga: Indonesia Percepat Rehabilitasi Mangrove Lewat M4CR

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maluku Utara Fachruddin Tukuboya turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, IWIP sangat baik dalam merespon upaya dalam menjaga lingkungan.

"Kenapa harus mangrove? karena kita tahu kerja perusahaan banyak melakukan penebangan pohon, itu banyak sekali karbon yang lepas, nah kita perlu menggantinya lagi," ucapnya.

"Kami mendukung IWIP dan WBN yang punya cita-cita yang ambisius untuk memperoleh gold flag dalam pengelolaan lingkungan," imbuuhnya. 

Sementara itu, Ketua Komunitas Fau Yaune, Ismail Muharram mengaku gembira IWIP bersedia berkolaborasi dalam kegiatan penanaman mangrove ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pak Kepala Desa Kotalo dan Camat Weda Timur, serta kepada IWIP. Kami cukup dibantu dalam hal menata lingkungan,” katanya.

Lebih lanjut Ismail mengatakan, pihaknya mengajak pemerintah dan IWIP agar kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan semua pihak bisa bersinergi dalam mengembangkan potensi yang ada di kedua desa tersebut.

"Harapan kami, mengingat Teluk Weda ini telah menjadi kawasan industri, maka kami meminta dengan hormat agar wilayah Weda Timur dapat ditetapkan sebagai wilayah penyeimbang ekologi," ujarnya.

Baca Juga: Bappenas Bidik Empat Target Utama Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove 2022-2045

Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi salah satu perhatian serius IWIP dalam pelestarian lingkungan di sekitar industri. Terlebih kawasan IWIP berada di tengah Pulau Halmahera yang memiliki keanekaragaman hayati yang sudah sepatutnya dijaga.

Sebelumnya, di lokasi yang sama, IWIP juga telah bekerja sama dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun Ternate guna melakukan sosialisasi sekaligus meresmikan Komunitas Pelestarian Lingkungan Mtu Mya.

Vice President IWIP, Kevin He menjelaskan bahwa tanggung jawab pelestarian lingkungan ini sejalan dengan visi IWIP yakni "Green Industry to Build the Greener Future".

Perkembangan IWIP yang kian pesat beriringan dengan pembangunan infrastruktur daerah. Oleh sebab itu, IWIP terus berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat dalam mewujudkan manfaat industri yang berkelanjutan dan lingkungan yang tetap terjaga.

"Semoga bibit-bibit yang ditanam ini berhasil tumbuh dan bermanfaat bagi bumi Fagogoru," pungkasnya.

Baca Juga: Mantra Ardhana, Maestro Seniman Lukis yang Melawan Keterbatasan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Advertisement

Bagikan Artikel: