Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penjualan Lesu, Laba Matahari Department Store (LPPF) Turun 12,35% di 2025

Penjualan Lesu, Laba Matahari Department Store (LPPF) Turun 12,35% di 2025 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) sepanjang 2025 tampak menghadapi tekanan. Perseroan menutup tahun dengan laba bersih Rp725,37 miliar, turun 12,35% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp827,65 miliar. Dampaknya, laba bersih per saham dasar dan dilusian ikut terkoreksi menjadi Rp324 dari sebelumnya Rp366.

Dari sisi top line, pendapatan bersih tercatat Rp5,78 triliun, menyusut 9,59% dari Rp6,39 triliun pada tahun sebelumnya. Penjualan eceran menjadi kontributor utama sebesar Rp3,33 triliun, turun dari Rp3,65 triliun.

Penjualan konsinyasi menyumbang Rp2,44 triliun, terkoreksi dari Rp2,73 triliun. Sementara itu, pendapatan jasa tercatat Rp6,71 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp10,37 miliar pada periode sebelumnya.

Secara geografis, Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp3,35 triliun. Disusul Sumatera Rp1,09 triliun, kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku sebesar Rp1,03 triliun, serta wilayah lainnya Rp300,62 miliar.

Baca Juga: Penjualan Naik, tapi Pengelola Hypermart (MPPA) Masih Tekor Rp152 Miliar di 2025

Di tengah penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga berhasil ditekan menjadi Rp1,97 triliun dari Rp2,13 triliun. Namun, laba kotor tetap turun menjadi Rp3,81 triliun dari Rp4,26 triliun. Beban usaha juga menyusut menjadi Rp2,78 triliun dari Rp2,97 triliun.

Kabar positif datang dari pos keuntungan lainnya yang melonjak tajam menjadi Rp103,37 miliar dari hanya Rp20,03 miliar. Meski demikian, laba operasi tetap turun tipis menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,27 triliun.

Dari sisi non-operasional, penghasilan keuangan meningkat signifikan menjadi Rp10,76 miliar dari Rp6,76 miliar. Beban keuangan bersih pun menurun menjadi Rp235,45 miliar dari Rp262,86 miliar. Pada akhirnya, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp892,58 miliar, turun dari Rp1,01 triliun.

Baca Juga: Penjualan Cimory (CMRY) Tembus Rp10,72 Triliun di 2025, Laba Melesat 33,80%

Dari posisi neraca, total aset LPPF tercatat Rp5,13 triliun, hanya turun tipis dari Rp5,14 triliun pada akhir 2024. Liabilitas berada di level Rp4,86 triliun, bengkak dari Rp4,81 triliun. Sementara itu, ekuitas menyusut menjadi Rp272,9 miliar dari Rp325,78 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: