Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dibanding Jegal Anies Baswedan, Koalisi Besar Lebih Bermartabat

Dibanding Jegal Anies Baswedan, Koalisi Besar Lebih Bermartabat Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Demokrat merespons positif pertemuan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dengan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. Disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, upaya membentuk koalisi besar lebih bermartabat ketimbang menjegal Anies Baswedan.

"Komunikasi dan silaturahmi merupakan bagian penting dalam menjaga suasana dan situasi nasional tetap kondusif sehingga bangsa ini tidak mudah dipecah belah dengan hoax dan fitnah," kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (9/4).

Baca Juga: Anggap Spanduk Tolak Anies Rekayasa, Musni Umar Sebut Isu Politik Identitas Cuma Pesanan dari Jakarta: FPI-HTI Orang Baik...

Herzaky menyebutkan pihaknya selaku bagian dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan menghormati adanya wacana membangun koalisi besar. "Banyak pihak yang menduga bangunan Koalisi Besar ini ditujukan untuk menghadang Anies dan Koalisi Perubahan. Demokrat sendiri melihatnya sebagai upaya ksatria dan konstruktif," lanjutnya.

Herzaky bahkan menyebutkan jika memang parpol lain merasa Anies Baswedan dan trio Demokrat-NasDem-PKS dalam Koalisi Perubahan merupakan lawan berat untuk Pilpres 2024, lebih baik mengusung jagoan masing-masing.

"Jauh lebih bermartabat dibandingkan berupaya menjegal Anies Baswedan atau Koalisi Perubahan untuk bisa mendaftar sebagai capres beserta cawapresnya di Pilpres 2024 dengan segala macam cara," jelasnya.

Dia menyebutkan upaya yang disinyalir menjegal Anies Baswedan. "Intimidasilah, tekananlah, bahkan sampai upaya hukum yang tak bermoral dan di luar kepantasan, seperti berupaya merampas Partai Demokrat yang dilakukan KSP Moeldoko," tuturnya.

Baca Juga: Kubu Anies Baswedan Mohon Siap-siap! Manuver Moeldoko Cs Ambil Alih Demokrat Tak Bisa Dianggap Remeh: 'Demokrasi Terancam!'

"Tak cukupkah KSP Moeldoko mempermalukan dirinya selama ini, mempermalukan Presiden Jokowi, dengan mengaku-aku sebagai ketua umum abal-abal melalui KLB ilegal?" pungkas Herzaky.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: