Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ponpes Al Zaytun Jelaskan Tata Cara Salat Ied yang Viral Pakai Surat Al-Mujadalah Ayat 11, Kemenag pun Kaget!

Ponpes Al Zaytun Jelaskan Tata Cara Salat Ied yang Viral Pakai Surat Al-Mujadalah Ayat 11, Kemenag pun Kaget! Kredit Foto: Instagram
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun belakangan viral usai foto pelaksanaan Salat Idulfitri (Ied) yang dilakukannya tersebar di media sosial. Dalam foto tersebut, nampak para jemaah salat dengan bercampur antara pria dan wanita, serta saf yang tidak dirapatkan.

Atas hal ini, Pimpinan Mahad Al Zaytun Indramayu, Syekh Panji Gumilang, memberikan penjelasan terkait Salat Idulfitri ponpesnya yang menjadi perdebatan publik. 

Baca Juga: Polemik Pesantren Al Zaytun, SAS Institute: Ada Operasi Intelijen Menjelang Pemilu 2024

Ia menjelaskan hal ini kepada sejumlah pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Indramayu yang bersilaturahmi ke pondok pesantren yang berlokasi di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tersebut.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Indramayu, Aan Fathul Anwar, mempertanyakan sejumlah poin kepada pihak Ponpes Al Zaytun, salah satunya soal saf jamaah yang dibuat berjarak.

"Menurut pengakuan pihak Ponpes Al Zaytun, mereka mengambil dasar hukum Al-Quran Surat Al-Mujadalah ayat 11. Yang mana artinya itu 'Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu berilah ke lapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu," kata Aan menirukan penjelasan pihak Mahad Al-Zaytun Indramayu, Jumat 28 April 2023.

Selain itu, kata Aan, Mahad Al Zaytun juga tidak tidak melarang pelaksaan salat berjarak. Menurutnya, justru hal itu dianjurkan memberikan ruang agar jangan terlalu berdesak-desakan.

"Saya juga kaget mereka menggunakan (dasar hukum) Surat Al Mujadalah ayat 11. Tapi mungkin tafsiran beliau seperti itu. Kita menghargai tafsiran beliau seperti itu," ujarnya.

Lantas, seperti apa pesan dan makna dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11?

Surat Al-Mujadalah adalah salah satu surat dalam Al-Quran yang terdiri dari 22 ayat. Surat ini turun di Mekah pada masa awal Islam, dan membahas tentang berbagai masalah sosial dan moral yang dihadapi oleh umat Muslim pada saat itu.

Salah satu ayat yang memiliki makna yang dalam dan penting bagi umat Muslim adalah ayat ke-11.

Berikut ini adalah isi dari Surat Al-Mujadalah ayat 11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, "Berilah ruang dalam majelis", maka berilah ruang, niscaya Allah akan memberikan tempat yang lebih luas lagi untukmu. Dan jika dikatakan, "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui akan apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Mujadalah: 11)

Ayat ini berbicara tentang sikap dan perilaku yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain, khususnya dalam majelis atau pertemuan.

Kata "tavassau" dalam ayat tersebut, menunjukkan pentingnya memberikan ruang bagi orang lain agar mereka dapat duduk dengan nyaman.

Dua pesan utama yang disampaikan dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11

Pertama, Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk memberikan ruang dalam majelis atau pertemuan jika diminta.

Ini menunjukkan pentingnya sikap saling menghormati dan saling memberi kesempatan bagi setiap orang untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya.

Ketika kita memberikan ruang dalam majelis, kita sebenarnya memperlihatkan sikap yang terpuji yaitu sikap rendah hati dan menghargai hak orang lain.

Kita tidak boleh merasa sombong atau ingin mendominasi percakapan, karena hal tersebut dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman dan merasa diabaikan.

Kedua, ayat ini juga mengajarkan tentang pentingnya mendengarkan perintah Allah dan mengikutinya.

Ketika kita diperintahkan untuk berdiri atau memberikan ruang dalam majelis, maka kita harus melakukan perintah tersebut tanpa ragu atau enggan.

Dalam konteks yang lebih luas, ayat ini juga mengajarkan tentang pentingnya menghargai hak asasi manusia dan hak-hak lainnya dalam berinteraksi sosial.

Dalam Islam, adab dan tata krama merupakan hal yang sangat penting dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini termasuk dalam adab duduk dan berbicara di hadapan orang lain.

Selain itu, ayat ini juga menekankan pentingnya menghormati dan menghargai orang lain. Allah SWT akan memberikan kehormatan dan penghargaan bagi orang-orang yang menghormati dan menghargai orang lain dalam majlis atau pertemuan.

Baca Juga: Geger Pengakuan Pendiri Ponpes Al Zaytun Bermazhab pada Bung Karno, Jelaskan Soal Salat Ied yang Viral, Ternyata...

Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang memiliki keimanan dan orang yang memiliki ilmu pengetahuan.

Ayat ini mengajarkan kita untuk menghargai orang lain dan memberikan mereka tempat yang pantas dalam majlis atau pertemuan.

Kita juga diajarkan untuk menghargai ilmu pengetahuan dan meningkatkan pengetahuan kita agar dapat ditinggikan oleh Allah SWT. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: