Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dibongkar Istrinya Sendiri, Kelakuan Mustofa Sebelum Menyerang MUI: Ngaku Ditemui Nabi Muhammad SAW

Dibongkar Istrinya Sendiri, Kelakuan Mustofa Sebelum Menyerang MUI: Ngaku Ditemui Nabi Muhammad SAW Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penembak Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mustopa NR (60 tahun) terus disoroti, sikapnya dibongkar oleh keluarga hingga warga sekitar tempat dirinya tinggal.

Menurut kesaksian warga, sosok tersebut sudah lama mencoba deklarasi untuk diakui dan menjadi wakil dari nabi.

Baca Juga: Bukan dari Kelompok Teroris, Uang Ratusan Juta di Rekening Pelaku Penembakan Kantor MUI Sebenarnya dari Sosok Ini!

 Peristiwa itu dilakukan di sebuah desa di Lampung pada tahun 1997 silam, usai dirinya bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW.

“Bahwa tahun ’97 menurut keterangan istri dan warga sekitar, yang bersangkutan pernah mengumpulkan warga sekitar dan tokoh agama di rumahnya yang bersangkutan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (5/5).

Dalam deklarasinya tersebut, kata Hengki, Mustopa NR meminta penduduk mengakui bahwa dirinya adalah wakil nabi. Adapun orang-orang yang diundang di kediamannya tersebut, yaitu mulai dari  tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ustadz. Setidaknya ada sekitar 20 orang yang diundang untuk menyakini apa yang disampaikan dirinya.

Namun deklarasi Mustopa NR diabaikan oleh para penduduk yang diundang. Kemudian masyarakat pun memilih untuk membubarkan diri dan tidak menanggapi seruan Mustopa NR. Upaya Mustopa NR untuk mendapatkan pengakuan dari umat Islam pun tidak berhenti.   Dia juga beberapa mengirim surat pengakuan bahwa dirinya adalah wakil ke MUI .

Baca Juga: Polisi Datangi Rumah Pelaku Penembakan Kantor MUI, Gak Ada yang Nyangka!

“Tetapi ketika yang bersangkutan menyampaikan bahwa yang bersangkutan adalah wakil nabi, tidak ditanggapi dan pada saat itu para peserta langsung bubar,” kata Kombes Hengki Haryadi. 

Baca Juga: Tim Hukum AMIN Endus Dugaan Pelanggaran Pemilu di Bali

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: