Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sekutu Top Putin Mulai Bicarakan Soal Dunia di Ujung Tanduk Konflik Global

Sekutu Top Putin Mulai Bicarakan Soal Dunia di Ujung Tanduk Konflik Global Kredit Foto: Reuters/Turar Kazangapov
Warta Ekonomi, Moskow -

Ekspansi NATO telah membawa dunia sangat dekat dengan konflik global, Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko mengatakan pada Kamis.

Berbicara pada pertemuan Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) di Minsk, Lukashenko mengkritik aksesi Finlandia dan aplikasi Swedia untuk bergabung dengan aliansi militer tersebut.

Baca Juga: Gawat, Bos NATO Minta Negara-negara Anggotanya Genjot Anggaran Pertahanan

"Tindakan semacam itu menempatkan dunia pada tepi konflik global yang sangat berbahaya. Terlepas dari penurunan standar hidup yang cepat dan memburuknya prospek ekonomi di negara-negara Eropa, Barat meningkatkan ketegangan internasional dan secara terbuka mengakui bahwa mereka sedang mempersiapkan perang," katanya.

Lukashenko juga mengecam Organisasi Kerjasama dan Keamanan di Eropa (OSCE), dengan mengatakan bahwa baik OSCE maupun PBB telah berubah menjadi alat konfrontasi dan tekanan.

Pemimpin Belarusia ini meminta negara-negara CSTO untuk tetap bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan semua anggota.

Lukashenko mencatat bahwa sanksi digunakan sebagai alat untuk memecah belah negara-negara CSTO, dan mendesak mereka "untuk tidak jatuh pada trik ini."

"Mereka mencoba untuk memisahkan kita ... jangan tertipu oleh trik-trik ini. Anda harus melihat mana yang lebih baik untuk Anda, mana yang lebih baik untuk rakyat Anda," katanya.

CSTO adalah blok militer yang dipimpin Rusia, yang menyatukan enam negara bekas Soviet - Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, dan Tajikistan.

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Muhammad Syahrianto

Advertisement

Bagikan Artikel: