Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dalam Eurasian Economic Forum 2023 di Moskow, GAPKI Promosikan Sawit Indonesia

Dalam Eurasian Economic Forum 2023 di Moskow, GAPKI Promosikan Sawit Indonesia Kredit Foto: Antara/Akbar Tado
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia menjadi satu-satunya negara di luar Eurasia yang diundang dalam Eurasian Economic Forum yang berlangsung di Moskow, 24-25 Mei 2023. Forum strategis ini dihadiri 2.700 peserta dari 50 negara untuk meningkatkan hubungan dagang antara Indonesia dengan Rusia serta negara Eurasia lainnya seperti Kazakhstan, Belarus, Kyrgyztan,dan Armenia.

Para peserta dialog bisnis EAEU-Indonesia akan membahas prioritas dalam meningkatkan kerja sama dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, membangun rantai pasokan, mengembangkan inisiatif digital, dan mengeliminasi hambatan-hambatan non-tarif.

Baca Juga: Prediksi Produktivitas Kelapa Sawit dengan Data Penginderaan Jauh

"Indonesia menjadi satu-satunya negara di luar Eurasia yang diundang dalam forum ini. Dalam hal ini, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) diminta mewakili industri sawit Indonesia. Di forum ini, kami menyampaikan keunggulan minyak sawit Indonesia kepada peserta dari Rusia dan negara lain," ujar Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dilansir dari laman Majalah Sawit Indonesia, Rabu (31/5/2023).

Hadir pula pengurus GAPKI, yaitu Sanny Anthony (Wakil Ketua Umum I) dan M. Fadhil Hasan (Ketua Bidang Luar Negeri). Eddy Martono menjelaskan bahwa Forum Ekonomi Eurasian sangat penting meningkatkan ekspor sawit ke Rusia dan negara lain. Pada 2022, volume ekspor produk sawit Indonesia ke Rusia mencapai 668.340 ribu ton.

"Jadi, Indonesia diundang dalam forum ini untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang pariwisata, UKM, dan kelapa sawit," jelas Eddy.

Dalam dialog bisnis EAEU (Eurasian Economic Union)-Indonesia, Eddy Martono menguraikan posisi Indonesia sebagai eksportir produk sawit terbesar di dunia yang berkontribusi sekitar 60%. Selain itu, dijelaskan pula luas perkebunan sawit Indonesia yang mencapai 16,38 juta hektare, di mana terdapat Perkebunan Rakyat sekitar 40 persen.

"Selain menjadi produsen terbesar, Indonesia adalah konsumen sawit terbanyak di dunia. Minyak sawit yang dihasilkan Indonesia sudah terbukti berkelanjutan dan memiliki manfaat positif bagi kesehatan," pungkas Eddy.

Acara-acara EAEF akan diselenggarakan dengan motto "Integrasi Eurasia dalam Dunia Multipolar" dan akan mencakup sekitar 35 sesi bisnis. Pertemuan akan dibagi menjadi tujuh fokus tematik, yaitu Modal Manusia, Teknologi dan Kerja Sama, Uni Ekonomi Eurasia di Dunia yang Berubah, Kesatuan Eurasia, dan Pasar Internal Uni Ekonomi Eurasia, Kerja Sama dalam Bea Cukai, Persaingan, dan Pengadaan Negara. Bagian Seksi Strategis akan membahas Strategi EAEU 2030+.

Baca Juga: Teten Masduki: Produksi Minyak Makan Merah Hanya Boleh untuk Petani Sawit

Selain itu, berbagai acara di sela Eurasian Economic Forum akan mencakup Kompetisi Iklim Internasional Green Eurasia, sebuah business breakfast dari Badan Inisiatif Strategis untuk membahas peluang baru dalam pengembangan kerja sama internasional di Eurasia, dan diskusi Roundtable Eurasia of Regions. Adapula dialog bisnis yang didedikasikan untuk kerja sama dengan Indonesia dan negara-negara Amerika Latin sebagai bagian dari format integrasi Eurasia.

Baca Juga: Satgas Pangan Polres Gianyar Pantau Harga Beras di Pasaran

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ellisa Agri Elfadina
Editor: Puri Mei Setyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: