Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gema Yasin dan Tahlil Iringi Haul ke-10 Mendiang Taufiq Kiemas

Gema Yasin dan Tahlil Iringi Haul ke-10 Mendiang Taufiq Kiemas Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PDI Perjuangan (PDIP) melalui organ sayap Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menggelar pembacaan surat Yasin, tahlil, dan dzikir dalam peringatan Haul ke-10 wafatnya bapak bangsa Dr (HC) H.M. Taufik Kiemas di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2023).

Acara peringatan Haul ke-10 wafatnya Taufiq Kiemas ini juga dirangkai dengan 7 Hari Wafatnya Bambang Sukmono Hadi (Mertua dari Puan Maharani, red).

Dalam rangkaian Haul ke-10 wafatnya Taufiq Kiemas juga dilakulan ziarah pada Kamis (9/6/2023) pagi di TMP Kalibata dengan acara pembacaan surat yasin dan tahlil oleh Baitul Muslimin Indonesia PDI Perjuangan.

Sejumlah tokoh hadir dan dengan khusuk mengikuti acara Yasinan, Tahlil, dan Dzikir bersama. Diantaranya Ketua DPP PDIP bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa Hamka Haq, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Wuryanti Sukamdani, Sri Rahayu, dan Sekretaris Umum PP Bamusi Nasyirul Falah Amru (Gus Falah), ,anggota DPR RI Abidin Fikri, serta para tokoh lainnya. Sedangkan Tausiah disampaikan oleh Mantan Menteri Agama KH. Lukman Hakim Saifuddin.

Para jamaah, laki-laki, ibu-ibu pengajian, serta anak-anak tampak sudah mulai mendatangi masjid At-Taufiq sejak sore dan kemudian salat Magrib berjamaah.

Dalam pembukaan acara, Ahmad Basarah mengatakan atas nama keluarga besar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar Ibu Yayuk Sukmonohadi, mengucapkan terimakasih sebesar besarnya atas keringanan kaki ibu bapak sekalian untuk hadir dan berdoa bersama dalam rangka Haul ke-10 wafatnya bapak Taufiq Kiemas.

"Pada bulan Juni ini kita sebut sebagai bulan Bung Karno, karena 6 Juni Bung Karno lahir, dan wafat juga bulan Juni, tepatnya pada 21 Juni 1970. Maka 21 Juni akan datang wafat ke-50 tahun lamanya. Mari kita doakan bersama-sama," ujar Ahmad Basarah.

Basarah menyampaikan, bangsa Indonesia harus meneladani sosok Bung Karno sang proklamator pendiri bangsa yang melahirkan Pancasila.

"Kita sebagai bangsa Indonesia harus meneruskan agar tercapai cita-cita beliau untuk bangsa Indonesia," ujar Basarah.

Disela acara, juga diadakan santunan anak yatim piatu yang disampaikan oleh para Ketua DPP PDIP yang hadir

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Advertisement

Bagikan Artikel: