Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Disiplin Kelola Utang, PGN Kembali Buyback Obligasi Senilai Rp7,43 Triliun

Disiplin Kelola Utang, PGN Kembali Buyback Obligasi Senilai Rp7,43 Triliun Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil melakukan pembelian kembali (buyback) surat utang senilai USD499,85 juta atau setara sekitar Rp7,43 triliun (kurs Rp14.875). Aksi tersebut merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengelola utang dengan lebih terukur, prudent, dan efisien sehingga dapat memperkuat eksekusi setiap rencana bisnis ke depan.

Surat utang yang dilunasi kali ini adalah sisa pokok Senior Notes due 2024 sebesar USD950 juta atau setara Rp14,2 triliun (kurs Rp 14.940) yang masa penawaran tendernya telah habis. Setelah buyback ini, nilai surat utang PGN yang tidak terserap tersisa USD450,14 juta.

Baca Juga: ADCP Berhasil Penuhi Kewajiban Bunga dan Pokok Obligasi II Tahun 2022 Seri A

“Penggunaan fasilitas pinjaman dan kas internal untuk pembayaran kembali surat utang tidak berdampak terhadap likuiditas perseroan,” ungkap Corporate Secretary PGN, Rachmat Hutama dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direncanakan sebelumnya, PGN melaksanakan tender offer untuk membeli secara tunai seluruh obligasi senior berbunga 5,1% yang jatuh tempo tahun 2024. Harga penawaran tender sebesar USD1.006 per USD1.000. yang akan didanai menggunakan dana pinjaman komersial eksternal dan dana internal perusahaan.

Rachmat menjelaskan, tender offer ini dilakukan sebagai langkah proaktif perseroan dalam mengelola obligasi atau surat utang yang akan jatuh tempo. Masa penawaran tender berlaku hingga 25 Mei 2023 pada pukul 17.00 waktu New York, kecuali diperpanjang atau dihentikan lebih awal seperti yang dijelaskan dalam memorandum penawaran tender. 

Langkah strategis PGN untuk menata kembali pinjaman telah berlangsung sejak tahun lalu. Pada Desember 2022 PGN melakukan pembelian kembali obligasi dengan jumlah pokok agregat sebesar USD400 juta menggunakan dana internal perusahaan. Pasca tender offer utang obligasi perusahaan menyusut dari USD1,7 miliar menjadi sekitar USD1,3 miliar. 

Sebagai subholding gas Pertamina, PGN terus menunjukkan kinerja yang solid. Pekan lalu (30/5) Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PGN menetapkan pembagian dividen sebesar US$ 228,36 juta. Nilai dividen tersebut setara dengan 70% dari laba bersih PGN pada tahun buku 2022 sebesar USD 362 juta atau Rp 141,05 per saham. Dengan harga saham PGAS yang ada di Rp 1.430 per saham, yield dividen Perusaaan Gas Negara mencapai 9,86%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Lestari Ningsih

Advertisement

Bagikan Artikel: