Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ahli Dunia sebut Kematian Covid di China Sebenarnya Tembus 1,5 juta, Banyak yang Ditutupi

Ahli Dunia sebut Kematian Covid di China Sebenarnya Tembus 1,5 juta, Banyak yang Ditutupi Kredit Foto: Antara/REUTERS/Tingshu Wang
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah ilmuwan dunia menyangkal keterangan resmi dari pemerintah China pada Februari yang menyebut bahwa total jumlah kematian akibat Covid 19 berjumlah 83.150.

Mengutip laporan dari The New York Times, bahwa Covid 19 di China disinyalir telah membunuh 1,5 juta orang.

Secara total penduduk China berjumlah 1,4 miliar, sementara di Provinsi Zheijiang penduduk berjumlah 65,8 juta.

Ahli epidemiologi dari Hong Kong University juga mengatakan hal yang sama bahwa kematian 1,5 juta orang dengan total secara kasar dapat memperkirakan jumlah sebenarnya dari kematian.

Sementara, Profesor Lauren Ancel Meyers dari University of Texas menilai dari total hitungan angka kremasi di suatu provinsi.

Ahli demografi dari University of North Carolina Yong Cai menyatakan kematian 1,5 juta penduduk berdasarkan data kremasi selama total di kasus lonjakan kematian pada Desember tahun lalu.

"Ini lebih tinggi dari yang saya harapkan," kata Dr Yong.

Dari data di Provinsi Zheijiang saja tercata ada 171.000 kremasi, ada sekitar peningkatan 70 persen dari yang dilaporkan pemerintah China.

Ahli epidemiologi bahkan menyebut ada sekitar 80-90 persen populasi terinfeksi Covid 19. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa banyak otoritas lokal dan nasional yang menahan data kremasi yang sebenarnya sekal gelombang Covid pertama terjadi di akhir tahun lalu.

Baca Juga: Industri Perkebunan Berpegang Teguh Pada Konsep Bisnis Berkelanjutan

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: