Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Prihatin dengan Cawe-cawe Presiden, Andi Arief: Indonesia Terancam Konflik Besar, Hasil Pilpres akan Menyisakan Kebencian

Prihatin dengan Cawe-cawe Presiden, Andi Arief: Indonesia Terancam Konflik Besar, Hasil Pilpres akan Menyisakan Kebencian Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Warta Ekonomi, Jakarta -

Cawe-cawe yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief prihatin menjelang pilpres 2204. Menurutnya, Pilpres tidak akan seruwet ini tanpa adanya cawe-cawe.

“Tanpa cawe-cawe, tak seruwet saat ini. Pilpres akan indah, Capres hak 4 besar Partai hasil pileg PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem. Cawapres milik PDIP, PKB, Demokrat/PKS. Capres/cawapres partai yg berdaulat dengan menimbang aspirasi, bukan kehendak Presiden yg akan hilang kuasa,” ujar Andi Arief di Twitter.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Indonesia tengah terancam konflik besar terkait partai politik gara-gara hal tersebut.

Baca Juga: Jokowi Dinilai Makin Dominan Tunjukkan Gelagat Dukung Penuh Prabowo Capres 2024

“Indonesia terancam konflik besar kepartaian dalam tubuh negara. Semua serba tidak pasti melihat nasib siapa golden boy Jokowi sesungguhnya. Goldennya belum tentu dapat. Konflik di depan mata,” lanjutnya.

Terlebih dengan adanya lembaga survei yang saat ini justru menjadikan tingginya kepuasan pada Presiden untuk menjadi dasar legitimasi melakukan apa saja termasuk merusak demokrasi dan sistem kepartaian.

Parahnya, Andi Arief menuturkan bahwa hasil pilpres akan menyisakan kebencian yang mendalam.

“Hasil pilpres akan menyisakan kebencian yang mendalam, lebih dalam ketimbang politik identitas. Karena yang rusak adalah sistem kepartaiannya,” ungkapnya.

Baca Juga: Pikachu's Indonesia Journey Digelar di Bali, Upaya Promosi Pariwisata dan Pokemon

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajria Anindya Utami
Editor: Fajria Anindya Utami

Advertisement

Bagikan Artikel: