Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

5 Cara untuk Tetap Tenang Selama Pasar Tidak Menentu

5 Cara untuk Tetap Tenang Selama Pasar Tidak Menentu Kredit Foto: OctaFX
Warta Ekonomi, Jakarta -

Krisis keuangan dan resesi adalah bagian yang tak terhindarkan dalam siklus ekonomi. Krisis dan resesi menciptakan pergolakan pasar dan dapat menimbulkan ancaman signifikan bagi investasi Anda. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk melindungi dana dan menghadapi pergolakan di pasar keuangan. Salah satunya adalah trading Forex.

Memanfaatkan trading mata uang asing selama masa-masa sulit di pasar keuangan bisa jadi lebih menguntungkan daripada tipe investasi lain yang sifatnya lebih tradisional. Semua broker Forex besar menawarkan trading CFD (contract for differences) yang jauh lebih terjangkau daripada kebanyakan kontrak keuangan derivatif.

Baca Juga: Bantu Cetak Investor Baru, Cuanz dan Sucor Sekuritas Ajak Anak Muda Trading Saham

Selain itu, CFD biasanya mengimplikasikan adanya leverage yang relatif tinggi sehingga trader dapat menggunakan modal yang lebih besar untuk membuka order. Komisi rendah untuk trade long maupun short makin menambah daya tarik kontrak tersebut pada masa krisis.

Dengan mempertimbangkan semua kelebihan trading Forex, pakar OctaFX menyediakan lima tips untuk mengamankan dan memperbesar modal selama masa-masa tidak menentu, dan tetap tenang dalam prosesnya.

1. Buka order short ketika pasar jatuh

Tidak ada kesempatan yang lebih baik untuk membuka order short selain ketika segalanya anjlok. Selama krisis keuangan, para investor yang ingin melindungi portofolionya beramai-ramai memilih instrumen berisiko rendah yang nilainya cenderung bertahan atau bahkan mengungguli pasar lain. Kemudian, aset-aset yang disebut sebagai safe haven, seperti emas, dolar AS, dan franc Swiss, melonjak nilainya, sedangkan instrumen keuangan lain yang lebih berisiko umumnya menurun tajam.

Ketika pasar jatuh, trader dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan membuka order short pada aset yang nilainya turun. Di antara instrumen tersebut biasanya adalah saham karena tidak semua perusahaan mampu bertahan dari krisis. Jika Anda memutuskan untuk membuka posisi short pada saham tertentu setelah melakukan riset dan analisis yang diperlukan, kemungkinan Anda akan menghasilkan profit yang cukup besar.

2. Buka posisi long selama pemulihan pasar

Ingat bahwa pergolakan pasar tidak berlangsung selamanya. Posisi long selama krisis atau resesi umumnya tidak dianjurkan, tetapi bisa sangat menguntungkan ketika pasar sudah 'mencapai titik rendahnya'. Selama rebound, ketika banyak instrumen keuangan ada di poin terendah, trader membuka order long dengan harapan akan menghasilkan keuntungan maksimal saat pasar dalam pemulihan. Tugas terberatnya di sini adalah menghitung titik rendah itu dengan tepat karena titik rendah yang sifatnya palsu bukan hal baru di pasar.

3. Gunakan strategi hedging Forex

Untuk melindungi dana dari pergerakan pasar yang tidak diinginkan di pasar Forex, trader kerap kali menggunakan strategi hedging. Strategi hedging adalah membuka order pada pasangan mata uang yang saling berkorelasi dengan arah berbeda. Korelasi mengacu pada kecenderungan dua pasangan mata uang untuk bergerak ke arah yang sama.

Sebagai contoh, EURUSD dan GBPUSD berkorelasi positif, keduanya cenderung bergerak ke arah yang sama. Sebaliknya, EURUSD dan USDCHF berkorelasi negatif dengan gerakan yang berkebalikan antara satu sama lain. Membuka order satu arah untuk pasangan yang berkorelasi negatif dan berbeda arah untuk pasangan yang berkoreasi positif akan menyediakan hedge dan perlindungan dari pergerakan pasar yang tajam.

Baca Juga: Konsisten dalam Pengembangan Energi Baru Terbarukan, Pertamina Group Ini Gaet Penghargaan IGA 2024

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: