Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gaya Hidup Halal Meningkat, Wapres Ma'ruf Amin Dukung Pengembangan Industri Kesehatan Syariah

Gaya Hidup Halal Meningkat, Wapres Ma'ruf Amin Dukung Pengembangan Industri Kesehatan Syariah Kredit Foto: Setwapres
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin mengatakan, semakin banyaknya muslim di Indonesia menggunakan produk dan layanan halal karena tuntutan syariah, gaya hidup halal pun saat ini menjadi semakin populer di tengah masyarakat.

Tidak terbatas dengan produk makanan, kini gaya hidup halal juga menyentuh sektor layanan kesehatan yang terbuka bagi masyarakat umum. Untuk itu, diperlukan upaya membangun industri kesehatan syariah yang baik untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut.

Baca Juga: 78 Tahun Merdeka, Wapres Ma'ruf Amin Optimis Indonesia Terus Melaju Jadi Negara Maju

"Pelayanan kesehatan yang sesuai kaidah Islam semakin dibutuhkan. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pengembangan industri kesehatan syariah di Indonesia," kata Wapres Ma'ruf Amin dalam keterangannya, Jumat (25/8/2023).

Pada seminar yang diselenggarakan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) tersebut, Wapres mengingatkan, dalam membangun pelayanan kesehatan halal, pemangku kepentingan juga harus fokus untuk mengembangkan ekosistemnya.

"Pengembangan ini bukan hanya mencakup rumah sakit syariah, melainkan juga ekosistem layanan kesehatan syariah, antara lain farmasi, alat kesehatan, makanan dan minuman halal," ujarnya.

Tidak hanya itu, Wapres juga menekankan industri kesehatan syariah harus dilengkapi dengan layanan pendukung yang juga mengedepankan nilai-nilai syariah.

"Selain itu, pengembangan industri kesehatan syariah juga perlu berorientasi pada sumber daya manusia dengan kompetensi syariah, serta pembiayaan keuangan syariah, dan jasa-jasa pendukung lainnya yang berstandar halal," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres mengapresiasi peran Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) yang telah mendorong ditetapkannya 31 rumah sakit berstatus syariah, dan sebanyak 72 rumah sakit Islam yang berkomitmen untuk berkompetensi syariah dan berharap dapat diadopsi oleh rumah sakit Islam lainnya.

"Capaian ini hendaknya terus diakselerasi, agar dapat menjangkau seluruh anggota MUKISI, yang saat ini ada sekitar 500 rumah sakit Islam dan tersebar di seluruh Indonesia," imbaunya.

Secara khusus, Wapres meminta MUKISI untuk terus konsisten dan berkelanjutan memberikan edukasi dan literasi mengenai layanan kesehatan syariah bagi masyarakat.

"Ke depan, saya minta MUKISI agar konsisten melakukan sosialisasi dan edukasi, mendorong peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat tentang layanan kesehatan syariah, dan memperluas kolaborasi guna semakin mengukuhkan ekosistem kesehatan syariah nasional," pesan Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres turut menyambut baik momentum penyelenggaraan IHEX 2023 yang bersamaan dengan Peluncuran Klinik dan Laboratorium Syariah pertama di Indonesia.

"Terobosan ini sebagai respons terhadap meningkatnya animo dan kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan sesuai syariah, serta diharapkan klinik dan laboratorium syariah tersebut dapat memberikan layanan yang cepat, mudah, bermutu dan sesuai dengan prinsip syariah," tutupnya.

Baca Juga: Pakai Busana Sumatra Barat, Wapres Ma'ruf Amin Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi

Ketua MUKISI, Masyhudi AM, mengatakan, sebelumnya MUKISI fokus membangkitkan rumah sakit syariah di Indonesia dengan proses sertifikasi, namun saat ini fokus kerja MUKISI adalah membangun ekosistem kesehatan syariah nasional.

"MUKISI mempunyai grand issue, 'Bangkitkan ekosistem kesehatan syariah di Indonesia', yang sebelumnya adalah 'Bangkitkan rumah sakit syariah di nusantara' dan selama lima tahun kita kembangkan betul sertifikasi RS syariah," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Denpasar Usulkan 4.602 Formasi PPPK, Terbanyak Tenaga Teknis

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Editor: Ayu Almas

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: