Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sri Mulyani: APBN 2024 Fokus Majukan SDM dan Infrastruktur di Indonesia

Sri Mulyani: APBN 2024 Fokus Majukan SDM dan Infrastruktur di Indonesia Kredit Foto: Kemenkeu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2024 akan berfokus dalam mendorong transformasi ekonomi, menciptakan inklusivitas, dan sustainability.

"Oleh karena itu, kita akan terus mendorong berbagai program struktural untuk menjaga kesejahteraan masyarakat," kata Sri Mulyani, dalam Raker Banggar DPR RI dengan agenda Pembahasan RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2024, dikutip Rabu (30/8/2023).

Baca Juga: Dunia Alami Guncangan Berat, tapi Ekonomi RI Tetap Kuat, Sri Mulyani: Terima Kasih DPR!

Menurut Sri Mulyani, kebijakan fiskal dapat digunakan dalam mendorong inklusivitas dan mengakselerasi transformasi ekonomi untuk meningkatkan sustainabilitas. Hal tersebut sejalan dengan tujuan jangka menengah panjang untuk mencapai visi Indonesia maju di tahun 2045.

"Ini masih sangat konsisten dengan tujuan visi Indonesia maju 2045, di mana fokus terhadap human capital, infrastruktur, dan institution sebagai poros untuk memperbaiki produktivitas dan juga untuk meningkatkan nilai tambah tanpa mengorbankan sustainabilitas," ujarnya.

Sri Mulyani menilai sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang paling penting karena SDM unggul dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa. 

Dalam periode 2015 hingga 2022, Bendahara Negara itu mengungkapkan pemerintah telah mengeluarkan Rp3.492,8 triliun untuk pendidikan dengan berbagai capaian output dari sisi jumlah sekolah, rata-rata lama sekolah, dan angka partisipasi kasar tingkat pendidikan, baik dari pendidikan anak usia dini (PAUD), SMA sederajat, dan perguruan tinggi. 

Selain itu, lanjut dia, sebanyak Rp1.149,9 triliun telah diberikan kepada sektor kesehatan sepanjang 2015 hingga 2022 yang digunakan untuk menambah jumlah rumah sakit umum, puskesmas, menangani Covid-19, dan menurunkan stunting.

"Setiap belanja untuk kesehatan dan pendidikan tidak bisa menghasilkan aset yang terlihat di neraca, tapi pengaruhnya terhadap aset intangible yaitu quality dari human capital itu luar biasa," kata Sri Mulyani.

Sementara, pemerintah juga memberikan perhatian kepada sektor perlindungan sosial (perlinsos) dengan total Rp2.736,8 triliun pada 2015 hingga 2022. Anggaran perlinsos digunakan untuk menurunkan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong pemerataan.

"Perlindungan sosial kita akan diperluas sepanjang hayat, mulai dari PAUD hingga lansia. Dan kita lihat dengan berbagai intervensi, kemiskinan mulai bisa diturunkan kembali sesudah mengalami kenaikan akibat pandemi," ujarnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani menekankan pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas dan mobilitas yang efisien. 

Untuk itu, pemerintah memberikan Rp2.778 triliun antara 2015 hingga 2022 yang telah dibelanjakan untuk membangun infrastruktur dengan berbagai hasil, seperti jumlah tol yang beroperasi, jumlah jalan umum yang terus dipelihara dan ditingkatkan, pembangkit listrik, meningkatkan kapasitas bendungan, dan menambah jumlah bandara dan pelabuhan.

"Ini adalah berbagai aset tangible atau yang bisa dilihat dan dinilai dalam neraca kita," pungkasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Cs Rapat Bersama DPR Bahas Kebijakan Fiskal RAPBN 2024, Ini Hasilnya!

Ke depannya, Sri Mulyani mengatakan, APBN akan terus didorong semakin sehat dan berkelanjutan sehingga fungsi alokasi, stabilisasi, dan distribusi dapat berfungsi optimal dalam menstimulasi perekonomian dan meningkatkan derajat kesejahteraan yang berkeadilan. 

"Untuk itu, arsitektur RAPBN 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi yang inklusif dan berkelanjutan," tandasnya.

Baca Juga: Lansia Asal Jakarta Tewas Tergulung Ombak di Pantai Double Six

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Alfida Rizky Febrianna
Editor: Ayu Almas

Advertisement

Bagikan Artikel: