Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Punya Potensi Besar, PLN Ajak Masyarakat Kembangkan Biomassa

Punya Potensi Besar, PLN Ajak Masyarakat Kembangkan Biomassa Kredit Foto: PLN
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) mengembangkan ekosistem biomassa sebagai bahan baku alternatif pengganti batu bara secara end to to end berbasis keterlibatan masyarakat. Selain untuk meningkatkan pemanfaatan energi bersih menuju Net Zero Emissions (NZE) di 2060, pengembangan biomassa melalui program co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) ini sekaligus  membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Kepala Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menilai, pengembangan biomassa atau bioenergi tidak hanya berfokus untuk energi semata tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangan biomassa sebagai salah satu upaya mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan harus dirasakan seluruh pihak.

Baca Juga: PLN Kembangkan Biomassa Berbasis Keterlibatan Masyarakat

"Jangan kita bicara biomassa atau bioenergi hanya untuk kepentingan energi, tetapi kita harus melihat kepentingan yang lebih luas, kepentingan pembangunan yang dampaknya buat masyarakat, baik masyarakat sekitar maupun masyarakat dalam arti luas," ujar Bambang dalam Talkshow Festival LIKE bertajuk Potensi Bahan Bakar Nabati dalam Optimalisasi Energi Baru Terbarukan, Minggu (17/9).

Bambang menekankan, pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) juga harus bersifat inklusif dan sirkular yang mendatangkan kemaslahatan bagi seluruh pihak.

"Jadi pengembangaan biomassa ini tidak hanya dia sustainable tetapi dia juga harus affordable dan reliable, serta kita ingin energi terbarukan ini juga inklusif," ujarnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN untuk memimpin program-program inisiatif transisi energi demi mendukung pemerintah mencapai NZE 2060. Salah satu upayanya, PLN memulai implementasi program co-firing di puluhan pembangkit PLN sejak 2021.

Dalam proses co-firing tersebut, PLN melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (EPI) memenuhi kebutuhan biomassa melalui keterlibatan masyarakat.

Baca Juga: Gandeng BRI, PLN Hadirkan Layanan Pay Later

"Komitmen PLN dalam transisi energi melalui program co-firing ini, tidak hanya untuk menekan emisi tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai upaya membangun ekosistem energi berbasis ekonomi kerakyatan,” ucap Darmawan.

Baca Juga: Pemkot Denpasar Usulkan 4.602 Formasi PPPK, Terbanyak Tenaga Teknis

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement

Bagikan Artikel: