Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Hitachi Energy Memperluas Kapasitas Sistem Energi dengan 150 GW HVDC Terintegrasi untuk Menjawab Tantangan Transisi Energi

Hitachi Energy Memperluas Kapasitas Sistem Energi dengan 150 GW HVDC Terintegrasi untuk Menjawab Tantangan Transisi Energi Kredit Foto: Unsplash/ Paul Cuoco
Warta Ekonomi, Jakarta -

Hitachi Energy, pemimpin teknologi global yang memajukan masa depan energi berkelanjutan untuk semua, mengumumkan bahwa telah mengaktifkan lebih dari 150 gigawatt (GW) sambungan arus searah tegangan tinggi (HVDC) di seluruh dunia yang diintegrasikan ke dalam sistem tenaga listrik.

Jumlah tersebut setara dengan energi yang cukup untuk memenuhi permintaan daya puncak di Jepang.

Pengumuman ini sejalan dengan pengiriman tenaga listrik pertama dari Dogger Bank, pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai terbesar di dunia, melalui penggunaan teknologi HVDC untuk pertama kalinya di Inggris pada ladang angin.

Hitachi Energy secara konsisten memperluas kapasitasnya untuk memenuhi percepatan permintaan yang didorong oleh transisi energi bersih. Sejak tahun 2020, ketika Hitachi memulai investasi strategisnya, Hitachi Energy telah meningkatkan jumlah tenaga kerjanya hingga lebih dari 8.000 orang.

Dalam periode yang sama, perusahaan juga menginvestasikan $3 miliar di bidang manufaktur dan rekayasa, serta Penelitian dan Pengembangan (R&D), memperluas kolaborasi, dan mendorong perusahaan untuk menjadi mitra strategis di seluruh siklus hidup pelanggan.

"Listrik akan menjadi tulang punggung seluruh sistem energi dan akan membantu mendorong transisi energi bersih. Pengumuman hari ini menunjukkan bagaimana kami memungkinkan pelanggan kami untuk mempercepat pengembangan jaringan listrik yang dibutuhkan oleh sistem energi," ujar Claudio Facchin, CEO Hitachi Energy.

Investasi yang berkelanjutan sejalan dengan Rencana Energi Hitachi 2030 dan Rencana Manajemen Jangka Menengah Hitachi 2024.

Investasi di tiga fokus area Rencana Energi 2030 Hitachi:

1. Terus memperkuat bisnis inti jaringan listrik

Hitachi Enerygy telah berinvestasi besar-besaran dalam memperluas kapasitas dan mempekerjakan karyawan baru di seluruh dunia baik di Eropa, Timur Tengah dan Afrika, Amerika Utara dan Selatan, serta Asia Pasifik.

Contoh dari tahun ini adalah pabrik kualitas daya dan pusat teknologi dan inovasi global di India, dan pabrik transformer di China. Selain itu, baru-baru ini mereka juga berinvestasi di Swedia, Swiss, dan Amerika Serikat.

Investasi dalam R&D

Solusi yang berkelanjutan: EconiQ tidak mengandung sulfur heksafluorida (SF6) yang terbukti secara signifikan mengurangi jejak karbon di seluruh siklus hidup. Semikonduktor daya generasi berikutnya seperti RoadPak untuk e-Mobilitas. Teknologi digital seperti Lumada Asset Performance Management dan IdentiQ™ untuk HVDC dan kualitas daya.

2. Menggandakan upaya digital dan layanan serta perluasan di ujung sistem energi

Digitalisasi dan Layanan: Generasi baru dari Manajemen Kinerja Aset Lumada solusi perangkat lunak yang menampilkan keunggulan Kecerdasan Buatan; akuisisi saham mayoritas di eks Energy, penyedia teknologi konversi daya untuk meningkatkan penyimpanan dan fleksibilitas di ujung sistem energi. fleksibilitas di ujung sistem energi.

3. Inovasi, sinergi, kemitraan, dan M&A untuk mempercepat pertumbuhan

Kolaborasi yang semakin kuat telah menghasilkan model bisnis baru, perjanjian kerangka kerja untuk pemesanan kapasitas, dan standar global, yang memungkinkan perencanaan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan. Beberapa proyek utama yang dimungkinkan oleh teknologi perusahaan adalah Champlain Hudson Power Express, Program 2GW TenneT, dan Project Lightning, proyek transmisi listrik bawah laut yang pertama kali ada.

Laporan IEA, “Electricity Grids and Secure Energy Transitions” menyatakan bahwa investasi jaringan listrik perlu ditingkatkan hampir dua kali lipat pada tahun 2030 menjadi lebih dari $600 miliar per tahun setelah stagnasi di tingkat global, dan pembangunan jaringan listrik membutuhkan rantai pasokan yang aman dan tenaga kerja yang terampil.

Elektrifikasi yang cepat pada transportasi, bangunan, dan industri meningkatkan permintaan akan listrik yang aman, berkelanjutan, dan fleksibel secara global. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat bisnisnya menuju perkiraan sistem energi 2050; di mana perusahaan melihat kapasitas pembangkit listrik global yang terpasang sebesar empat kali lipat dari kapasitas saat ini dan transfer energi listrik sebesar tiga kali lipat dari saat ini.

"Sejak kami memulai perjalanan bersama Hitachi pada bulan Juli 2020, kami telah mampu mempercepat pertumbuhan dan ekspansi kami, serta memanfaatkan sinergi di seluruh Hitachi Group," tambah Facchin. "Dengan keahlian energi selama lebih dari satu abad, dikombinasikan dengan digitalisasi sebagai enabler, kami dapat meningkatkan kecepatan dan memberikan layanan serta solusi yang inovatif kepada para pelanggan kami. Sebagai Hitachi, kami memiliki posisi yang unik di seluruh kemampuan TI, PL, dan produk untuk mendukung pelanggan kami di seluruh siklus hidup."

Baca Juga: Erick Thohir Bakal Kembali Laporkan Dua Dapen yang Dikelola BUMN ke Kejagung

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: