Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

President University Bahas Praktek Bisnis Berkelanjutan di ICFBE 2023

President University Bahas Praktek Bisnis Berkelanjutan di ICFBE 2023 Kredit Foto: President University
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rektor President University Prof. Dr. Chairy menyatakan eratnya kerja sama antara Indonesia dan Malaysia, berkaitan dengan tema International Conference on Family Business and Entrepreneurship (ICFBE) 2023, yakni Moving Forward, Moving Upward: Resilience and Innovation for Family Business and SMEs

“Tema itu menggambarkan semangat zaman, dan sekaligus tantangan bahwa lebih banyak hal lagi yang harus kita temukan. Hal tersebut tercermin dalam topik-topik ICFBE kali ini yang menekankan pada penerapan praktek-praktek bisnis berkelanjutan dan pentingnya menavigasi kemajuan teknologi, termasuk mengadopsi konsep ekonomi sirkular,” papar dia.

Contohnya, lanjut Prof. Chairy, bagaimana membangun bisnis keluarga yang tahan menghadapi tantangan global dan kondisi lingkungan yang begitu cepat berubah. Contohnya, perubahan iklim, pandemi Covid-19 atau perang Rusia-Ukraina yang dengan cepat mengubah lanskap bisnis. Lanjut Prof. Chairy, dengan mengadopsi teknologi, termasuk teknologi digital, perusahaan keluarga bukan hanya akan mampu bertahan dalam menghadapi berbagai perubahan, tetapi juga bisa meningkatkan daya saing dan membangun bisnisnya secara berkelanjutan.

Mengenai pemilihan lokasi di Kuching, ungkap Prof. Chairy, ini karena kota tersebut sangat terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Di sana ada hutan hujan tropis yang luas dengan ekosistem yang unik. Kata Prof. Chairy, “Lingkungan yang seperti ini menjadi sangat ideal bagi para peserta konferensi untuk memahami tentang pentingnya penerapan praktik-praktik bisnis yang berkelanjutan, termasuk pentingnya melestarikan sumber daya alam melalui berbagai cara, sebagaimana dibahas dalam topik-topik konferensi internasional kali ini.”

Baca Juga: Dorong Lahirnya Pengusaha dari Kampus, President University Kerja Sama dengan Korea Selatan

Prof. Chairy menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Kuching, Sarawak, Malaysia sebagai tempat penyelenggaraan ICFBE 2023 juga menjadi milestone bagi President University. “Selama enam tahun berturut-turut menyelenggarakan kami konferensi internasional di Bali. Pada tahun ke-7, kami menyelenggarakannya di luar Indonesia. Dan, kami berhasil dilihat dari keragaman topik yang dibahas, banyaknya makalah dan jumlah peserta yang mengikuti konferensi internasional ini,” kata Prof. Chairy.

Sementara, Prof. Datuk Dr. Mohamad Kadim Suadi dalam sambutan pembukaannya mengungkapkan rasa terima kasihnya, karena dapat berkolaborasi dengan President University dalam event kali ini. “Apalagi ini adalah konferensi internasional ke-7, dan sebelumnya telah diselenggarakan enam kali secara berturut-turut oleh President University. Universiti Malaysia Sarawak bangga bisa ikut serta,” kata Prof. Mohamad Kadim Suadi.

Lebih lebih Prof. Mohamad Kadim menyatakan bahwa topik-topik yang dibahas dalam konferensi kali ini juga sangat strategis bagi para akademisi, kalangan pemerintahan dan praktisi bisnis keluarga. “Ini karena topik-topik konferensi banyak membahas tentang pentingnya menerapkan praktek-praktek bisnis yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan,” tegas dia.

Dalam sambutan kuncinya, Datuk Dr. Muhammad Abdullah bin Haji Zaidel banyak memaparkan data kinerja bisnis perusahaan-perusahaan skala kecil dan menengah di Sarawak, Malaysia. Ungkapnya, “Lebih dari 50% perusahaan-perusahaan skala kecil dan menengah di Sarawak masih tertinggal dalam penerapan teknologi digital. Ini khususnya dalam bidang keuangan, akunting, termasuk manajemen operasional. Padahal, perkembangan teknologi, termasuk teknologi digital, menjadi salah satu kunci agar bisnis bisa terus tumbuh.”

Pada ajang ICFBE 2023, Walikota Kyoo-il Jo, berbagi pengalaman tentang kotanya, Jinju, yang menjadi tempat tumbuhnya para pendiri perusahaan multinasional Korea Selatan, seperti Samsung, LG atau Hyundai. “Para pendiri itu memulai bisnisnya dari skala kecil di Jinju sampai akhirnya tumbuh menjadi konglomerat besar di Korea Selatan. Sejarah bisnis mereka menjadi inspirasi bagi berkembangnya Korean Entrepreneurship, atau K-Entrepreneuship, di Korea Selatan,” cerita Kyoo-il Jo.

Salah satu tata nilai dalam K-Entrepreneurship, ungkap Kyoo-il Jo, adalah sikap yang terbuka terhadap pengetahuan atau open minded. “Sikap semacam ini dimiliki oleh para pemimpin di Korea Selatan. Bahkan, sejak era Joseon atau kerajaan masa lalu. Sikap semacam itu dipertahankan terus menerus, sehingga membuat bisnis Korea Selatan berkembang sampai sekarang ini.

Baca Juga: Persiapkan SDM Unggul untuk Menyongsong Indonesia 2045, President University Tempuh Jalur Ini

Prosesi pembukaan ICFBE 2023 kali ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Datuk Dr. Muhammad Abdullah bin Haji Zaidel. Konferensi selanjutnya berupa pemaparan hasil riset oleh sejumlah peneliti dari berbagai negara dan berbagai universitas. Acara konferensi ditutup dengan gala dinner yang berlangsung di Convention Center, Raia Hotel. Gala dinner ini merupakan hasil kolaborasi antara President University dengan Konsulat Jenderal RI di Malaysia.

R. Sigit Witjaksono, Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Kuching, Sarawak, dalam sambutannya pada gala dinnermenyampaikan apresiasi kepada President University karena menyelengggarakan konferensi internasional di Kuching. “Kami senang dan menyambut gembira kehadiran President University dan para peserta konferensi yang datang dari berbagai negara di Kuching,” ucap Sigit.

Pada kesempatan tersebut, Sigit juga memaparkan berbagai aktivitas yang dilakukan pihaknya. Di antaranya, memfasilitasi kunjungan kenegaraan Wakil Presiden KH Ma’ruf  Amin di Kuching pada 28-29 November 2023. “Wakil Presiden Ma’ruf Amin hadir dalam acara Global Muslim Business Forum 2023 pada 28-30 November 2023 di Kuching, yang waktunya berdekatan dengan ICFBE 2023. Kemudian, beliau juga bertemu dengan PM Malaysia Anwar Ibrahim, dialog dengan masyarakat Indonesia di Kuching, dan beberapa pertemuan dengan para pejabat setempat,” papar Sigit Witjaksono. 

“Saya berharap kunjungan yang dilakukan Wakil Presiden dan konferensi dari President University kian mempererat hubungan antara Indonesia dengan Malaysia.”

Baca Juga: Kominfo Ajak Masyarakat Waspadai Jeratan Investasi dan Pinjol Ilegal, Begini Ciri-cirinya

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitriyani
Editor: Annisa Nurfitriyani

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: